Færðu inn athugasemd

Bersangka baiklah kepada Allah

Rabu, 2008 Oktober 01

Husnudz-Dzan di Jalan Allah

Husnuz-Dzan Di Jalan Allah
Khuthbah Idul Fitri http://www.blogger.com/img/gl.photo.gif

Oleh : H. Mas’oed Abidin

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر كَبِيْرًا وَ اْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَ سُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَ أَصِيلاً لاَ ِإلَهَ إِلاَّ الله هُوَ الله أَكْبَر، الله أَكْبَر وَ ِلله الحَمْد. الحَمْدُ لله الذِي جَعَلَ العِيْدَ مُوْسِمًا لِلخَيْرَاتِ وَ جَعَلَ لَنَا مَا فيِ الأرضِ لِلعِمَارَات وَ زَرْعِ الحَسَنَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ خَالِقُ الأرْض وَ السَّمَاوَات، و أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه وَ رَسُوْله الدَّاعِي إِلىَ دِيْنِهِ بِأَوْضَحِ البَيِّنَات. اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِك عَلَى سَيِّدِالكَائِنَات، نَبِيِّنَا مُحَمَّد وَ عَلىَ آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ التَّابِعِيْنَ المُجْتَهِدِين لِنَصْرَةِ الدِّين وَ إِزَالةِ المُنْكَرَات. أُوْصِيْكُمْ وَ إِيَّاىَ بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ ، الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحَمْد.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada tuhan selain Allah yang
Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah.

Allah Maha Besar sebesar-besarnya, segala puji bagi-Nya sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah dari pagi hingga petang hari. Tiada tuhan selain Allah, sendiri. Yang benar janji-Nya, yang memberi kemenangan kepada hamba-Nya, yang memuliakan prajurit-Nya sendirian. Tiada tuhan selain Allah, dan kita tidak beribadah kecualihanya kepada Allah, mengikhlaskan agama hanya kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, bagi Allah-lah segala puji.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Pada pagi hari ini kita menyaksikan ratusan juta umat manusia mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih, dan tahmid.
Semilyar mulut menggumamkan kebesaran, kesucian, dan pujian untuk Allah Subahanhu wa Ta’ala, sekian banyak pasang mata tertunduk di hadapan kemaha-besaran Allah Azza wa Jalla, sekian banyak hati diharu-biru oleh kecamuk rasa bangga, haru, bahagia dalam merayakan hari kemenangan besar ini.

Sebuah kemenangan dalam pertempuran panjang dan melelahkan.
Bukan melawan musuh di medan laga, bukan melawan pasukan dalam pertempuran
bersenjata.
Tetapi, pertempuran melawan musuh yang ada di dalam diri kita, nafsu dan syahwat serta syetan yang cenderung ingin menjerumuskan kita.

Ibnu Sirin berkata tentang sulitnya mengendalikan jiwa, „Aku tidak pernah mempunyai urusan yang lebih pelik ketimbang urusan jiwa.“

Hasan Bashari berkata, „Binatang binal tidak lebih memperlukan tali kekang ketimbang jiwamu.“

Kemenangan melawan hawa nafsu ini adalah inti kemenangan.
Ini kemenangan terbesar.
Kemenangan utama akan melahirkan kemenangan-kemenangan lain dalam semua kancah kehidupan dunia yang kita arungi.

Kita memerlukan kemenangan seperti ini untuk memenangkan semua pertarungan yang di hadapi dalam hidup ini.
Betapapun banyaknya alat peragat berupa materi untuk merebut kemenangan yang di-kuasai oleh seseorang, kelompok, atau bangsa, ternyata mereka harus menelan kekalahan jua.
Sebenarnya, mereka menguasai ilmu dan teknologi, senjata canggih dan perlengkapan yang mencukupi.
Namun semua itu tidak berdaya ketika berhadapan dengan seseorang, kelompok, atau bangsa yang memiliki ketangguhan jiwa, mempunyai kekuatan mental, yang dibentengi oleh kematangan pribadi.

„Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar (memiliki ketangguhan).“ (Al-Baqarah: 249).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu.

Selama sebulan penuh kita berada dalam bulan suci, bulan penuh keberkahan dan nilai.
Bulan yang mengantarkan kita kepada suasana batin yang sangat indah.
Bulan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan bagi kita kaum Muslimin.
Bulan Ramadhan melatih kita untuk memberi perhatian kepada waktu.
Sungguh banyak manusia yang tidak bisa menghargai dan memanfaatkan waktunya.

Ramadhan melatih kita untuk selalu rindu kepada waktu-waktu shalat, yang barangkali di luar Ramadhan kita sering mengabaikan waktu-waktu shalat itu.
Adzan telah berkumandang di samping kanan kiri telinga kita, namun kita masih tetap dengan segala kesibukan kita.
Tidak tergerak bibir kita untuk menjawabnya apa lagi untuk memenuhi panggilan itu. Dan kita telah membiarkan suara Muadzin itu memantul di tembok rumah dan kantor kita, lalu pergi bersama angin lalu.

Selama bulan Ramadhan ini kita selalu menunggu suara adzan, minimal adzan Maghrib dan Shubuh. Kita tempel di rumah kita, bahkan kita hapal jadwal Imsakiyyah. Mudah-mudahan selepas Ramadhan ini rasa rindu kepada waktu shalat selalu kita pelihara.

Waktu adalah kehidupan.
Barangsiapa menyia-nyiakan waktunya berarti ia menyiakan-nyiakan hidupnya.

Ada survei tahun 1980 bahwa Jepang adalah negara pertama yang paling produktif dan efektif dalam menggunakan waktu. Disusul Amerika dan Israel.
Subhanallah, ternyata negara-negara itu kini menguasai dunia.

Sebagai seorang muslim, mestinya kita menjadi orang yang paling disiplin dengan waktu kita.

Al-Qur’an yang kita baca di bulan Ramadhan mengisyaratkan pentingnya waktu bagi kehidupan.
Bahkan pada banyak ayat Allah bersumpah dengan waktu.
Maka jika kita ingin menjadi manusia yang terhormat di antara manusia lain dan bermartabat di sisi Allah, hendaknya kita isi waktu kita dengan hal-hal yang produktif, baik untuk kepentingan dunia atau akhirat kita.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu.

Ramadhan juga melatih kita untuk memakmurkan tempat-tempat ibadah; masjid, mushalla, dan surau. Gegap gempita kita mendatangi rumah-rumah Allah ini, kita kerahkan anak istri kita untuk meramaikan tempat suci ini.
Hingga ketika menyaksikan pemandangan indah ini seseorang sempat berkhayal, „Andai Ramadhan datang dua belas kali setahun.“

Begitu indah pemandangan ini, suara pujian dan doa bersahut-sahutan dari pengeras suara di antara masjid-masjid.
Alam serasa hanyut dalam tasbih dan istighfar, di bawah naungan Asma’ al Husna.

Suasana ini perlu kita pertahankan selepas Ramadhan ini, kita perlu mengerahkan keluarga kita untuk memakmurkan masjid-masjid Allah.
Sehingga kita layak mendapatkan janji Allah, bahwa,
„Ada tujuh golongan manusia yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya di hari dimana tidak ada naungan selian naungan Allah .dan (salah satu daripadanya adalah) seseorang yang hatinya terikat dengan masjid.“

Ramadhan juga melatih kita untuk lebih mementingkan ketaatan kepada Allah dengan mengorbankan tenaga dan kepentingan kita

Di saat-saat kita masih lelah bekerja seharian, setelah sepanjang siang kita bertahan dengan rasa lapar dan dahaga. Ketika kita mestinya beristirahat dari kepenatan, namun, justru kita ruku’ dan sujud dalam shalat tarawih atau qiyamu
Ramadhan dengan satu harapan, mudah-mudahan kita mendapatkan ridha Allah. Itu semata satu-satunya yang paling berharga dalam hidup kita selaku Muslim.

Semangat ini mestinya kita pelihara tetap ada setelah Ramadhan meninggalkan kita.

Kita wajib mengabdi dan mempersembahkan apa yang kita miliki ini untuk meraih keridhaan Allah.

Sejatinya, apa yang kita miliki saat ini hanya amanah dari Allah Ta’ala, apakah kita dapat menjaga dan menunaikan amanah ini atau tidak.

Semestinya keridhaan Allah itu menjadi tujuan kita.
Tidak ada desah nafas, mulut bergerak, tangan berayun, dan kaki melangkah kecuali kita harus mengiringinya dengan satu pertanyaan, „Apakah dengan apa yang saya ucapkan dan saya lakukan ini saya akan mendapatkan ridha Allah.“ ???

Hingga serasilah apa yang sering kita ikrarkan,
“ Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.“

Ramadhan melatih kita untuk mempunyai rasa solidaritas sesama manusia, dengan rasa lapar dan dahaga kita teringat akan nasib sebagian dari saudara-saudara kita yang kurang beruntung di dalam hidup ini, mereka setiap harinya dirongrong rasa lapar dan dahaga.

Rasa kemanusiaan semacam ini nyaris mulai sirna dewasa ini.
Saat budaya hedonisme mulai menjangkiti manusia modern, di mana mereka hanya disibukkan oleh urusan pribadi, nafsi-nafsi, urusanku sendiri sendiri.
Hal ini diakibatkan karena orientasi hidup manusia modern yang hanya memandang materi sebagai satu-satunya tujuan.
Terkadang untuk memenuhi ambisi kebendaannya seseorang rela menghalalkan segala cara.

Maka Solidaritas semacam ini perlu kita pelihara dan kita aplikasikan dalam hubungan dengan sesama manusia dengan melakukan shiyam-shiyam sunnah, di mana Islam telah mensyariatkannya.

Manusia maju atau modern perlu melakukan puasa untuk melatih kepekaan sosialnya

Para pejabat perlu melakukan puasa sunnah untuk merasakan derita yang dialami sebagian besar bangsa ini.
Sehingga, muncul kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin. Minimal dapat menurunkan gaya hidup kelas tinggi mereka di tengah bangsa yang menangis ini.

Di antara tanggung jawab umarak adalah melindungi orang lemah dengan memperbaiki silaturahim dan menanam tekad memancangkan keadilan di tengah kehidupan dengan saling menghormati, seperti sabda Rasulullah SAW :

السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِى الأرْضِ، يَأوِى إِلَيْهِ الضَّعِيْفِ وَ بِهِ يَنْتَصِرُ المَظْلُوْمُ وَ مَنْ أَكْرَمَ سُلْطَانَ الله فِى الدُّنْيَا أَكْرَمَهُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ.
رواه ابن النجار عن أبي هريرة

“Penguasa (pemerintahan) yang dilindungi oleh Allah di bumi, lantaran berlindung kepadanya orang lemah dan karena orang teraniaya mendapatkan pertolongan (dengan adil). Barang siapa di dunia memuliakan penguasa yang menjalankan perintah Allah, niscaya orang itu di hari kiamat dimuliakan pula oleh Allah” (Diriwayatkan oleh ibnu Najar dari Abu Hurairah).

Kita menyambut adanya itikad baik dari pemimpin negeri membudayakan hidup sederhana.
Alangkah indahnya jika ajakan hidup sederhana ini di terapkan oleh semua pihak, terutama para pejabat, menteri, anggota dewan, dirjen-dirjen dan lainnya. Ini akan menggurangi anggaran negara dan dapat dialokasikan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Bangsa ini masih terpuruk.
Rakyat masih menderita.
Kemiskinan menjadi pemandangan utama di setiap sudut kota dan pelosok desa. Tidaklah pantas memamerkan kemewahan di hadapan mereka.
Apalagi menggunakan fasilitas negara.

Zuhud, adalah sikap yang diajarkan Islam kepada kita dalam hidup ini.
Az-Zuhri ditanya tentang makna zuhud dan dia menjawab, „Zuhud bukanlah berpakaian yang kumal dan badan yang dekil. Zuhud adalah memalingkan diri dari syahwat dunia.“

Orang mukmin boleh kaya dan berjaya,
namun yang ada di hatinya hanyalah Allah semata.
Letakkan harta di tanganmu dan jangan letakkan di hatimu.
Demikian nasihat ulama.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu

Sungguh banyak pelatihan dalam Diklat Ramadhan kepada kita.
Besar sungguh hikmah disyariatkan shiyam sebulan penuh.
Agar sebelas bulan dalam setahun, kita lalui dengan menerapkan nilai-nilai Ramadhan.

Suasana spiritual yang dilatih selama sebulan Ramadhan ini menjadi energi bagi kita mengarungi sebelas bulan berikutnya. Agar predikat takwa itu benar-benar terjaga dalam diri.

Ketakwaan adalah bekal hidup dan modal untuk menghadapi pengadilan Allah Azza wa Jalla.

„Dan berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.“

„Sesungguhnya sebaik-baik kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.“ (QS,49, Al Hujurat : 13)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu

Ramadhan telah memberikan banyak perubahan dalam diri kita.
Mulai dari sikap, perilaku, dan paradigma dalam memandang hidup dan kehidupan. Mestinya ini semua menjadi bekal untuk melakukan perubahan-perubahan di masa depan. Perubahan yang mengantarkan hidup kita ke arah yang lebih baik. Apakah sebagai pribadi maupun bangsa.

Kehidupan yang kita lalui masih sulit.
Beban yang kita pikul semakin berat sebagai pribadi atau bangsa.

Kita sekarang belum juga bisa keluar dari krisis multi dimensi yang cukup pelik.
Pekerjaan kian sulit dicari.
Harga-harga masih membumbung tinggi.
Angka pengangguran masih tinggi.
Bencana alam silih berganti.
Kejahatan telah meraja-lela.

Demi sesuap nasi, nilai-nilai yang semestinya dijunjung dan dijaga tidak diindahkan lagi.
Bahkan, nyawa yang begitu mahal dan berharga oleh semua agama dan ideologi, kini menjadi taruhan yang sangat murah sekali.

Dari layar TV dan media cetak kita sering menyaksikan peristiwa pembunuhan yang sungguh menjadikan bulu kuduk kita berdiri.
Anak membantai ayah bundanya sendiri. Suami mencincang istri.
Tetangga menghabisi tetangga. Saudara menggorok leher saudara kandungnya.
Rata-rata motifnya sama,.. ekonomi… !!!.
Semua harus bangkit untuk mengatasi semua kesulitan yang melanda bangsa ini.

Tidak akan pernah ada bekal terbaik untuk menghadapi kondisi sulit ini selain ketakwaan semata.

Di dalam lubuk hati umat Islam mesti dikumandangkan pernyataan tulus Khalifah Umar Ibnu Khattab ;

نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا الله بِالإِسْلاَم فَمَهْمَا ابْتَغَيْنَا العِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللهُ
رواه الحكم

“ Kita adalah umat yang telah dibikin berjaya oleh Allah dengan bimbingan agama Islam. Kalaulah (satu kali) kita ingin mencapai kejayaan lagi dengan bimbingan selain agama Islam, (sudah pasti) malah kehinaan yang akan ditimpakan Allah kepada kita.”

Di hari yang fitri ini, di tengah merayakan kemenangan besar, di masa baru saja selesai melakukan pelatihan sebulan penuh.
Di mana nuansa kesucian masih kita rasakan.
Di saat pikiran dan hati telah mengalami pencerahan oleh nilai-nilai ketakwaan. Marilah kita menatap hari esok yang lebih baik, penuh optimisme.

Memang seorang Mukmin Muttaqin berpantang kehilangan asa dalam kondisi apapun. Optimisme adalah harga mati jika kita ingin bangkit mengatasi berbagai kesulitan ini.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu.

Ada beberapa variabel untuk membangun optimisme dalam diri kita.

Pertama, Husnudzan kepada Allah.
Husnudzan atau berprasangka baik kepada Allah harus kita kokohkan dalam diri kita. Kita sepakat bahwa tidak ada satu peristiwa yang terjadi selain hanya dengan izin dan kehendak Allah semata. Termasuk ujian dan kesulitan yang sedang kita hadapi sebagai bangsa atau Negara.

Seorang Mukmin selalu menerima semua ketentuan Allah dengan prasangka baik.
Mukmin punya prinsip bahwa apa yang menimpanya, itulah yang terbaik baginya menurut ketentuan Allah.
Mukmin tidak mau menggerutu kepada Penciptanya.

Mereka tidak pernah memberontak kepada keputusan Tuhannya.
Mukmin selalu menatap semua ujian itu dengan senyum.
Mereka yakin akan mendapatkan dua keuntungan dari ujian itu:
1. Diangkat dan dihapuskannya kesalahan dan dosa-dosanya
2. Dan tinggikan derajatnya di sisi Allah Azza wa Jalla

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ: أَنَّهُ قَالَ : عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ. إِنَّ اللهَ، إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ. فَمَنْ رَضِىَ، فَلَهُ الرِّضَا. وَ مَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

 سنن الترمذي، كتاب الزهد، باب ماجاء في الصبر على البلاء (2320)، سنن ابن ماجه، كتاب الفتن، باب الصبر على البلاء 4011

Dari Anas bin Malik RA. Rasulullah SAW bersabda: Besarnya suatu balasan amal tergantung pada besarnya cobaan yang diterima. Karena sesungguhnya Allah, jika mencintai suatu kaum, maka ia timpakan bala’ pada mereka. Siapa yang ridha, baginya keridhaan Allah. Siapa yang gundah gulana, makaia akan tersiksa karena kegundahannya (baginya kemurkaan Allah).” (HR. Turmudzi, [2320], Ibnu Majah [4021])

„Sungguh mengherankan urusan seorang Mukmin, semua urusannya berakibat baik baginya, dan itu tidak terjadi kepada selain orang-orang Mukmin, jika mereka mendapatkan kebaikan ia bersyukur dan itu baik baginya. Dan jika mereka mendapat bencana ia bersabar dan itu baik pula baginya.“ (HR.Muslim)

Husnudzan harus kita pelihara dalam diri kita.
Allah tidak menghendaki dari hamba-Nya selain kebaikan di dunia dan di akhirat.
Jangan sampai kita celaka di dunia dan teraniaya di akhirat akibat prasangka buruk kepada Allah.
Na’udzu billah, tsumma na’udzu billah.

Kedua, Tidak putus dari berdoa.
Doa merupakan senjata orang beriman, berdoa merupakan ibadah dan enggan berdoa merupakan kesombongan kepada Allah Azza wa Jalla.

Sebagai bangsa, kita ini diharapkan orang lain mestinya sudah hancur berantakan, mestinya negara yang bernama Indonesia ini sudah gulung tikar.
Krisis ekonami berkepanjangan telah menggiling bangsa.
Krisis kepercayaan, rusak moral, bom meledak di mana-mana, pemerintahan yang lemah Berbagai tekanan bahkan konspirasi untuk menghancurkan bangsa kita begitu kuat dilakukan orang.
Pertikaian dan permusuhan antar suku, entis, dan antar agama menjadi-jadi.
Pertumbuhan ekonomi yang kian memburuk.
Hutang negara kian membumbung tinggi.
Semuanya itu, mestinya sudah cukup membuat kita, sebagai bangsa ambruk terkapar

Tetapi kenyataannya tidak.
Kita masih hidup sebagai bangsa yang kuat.
Apapun keadaannya, kita masih bisa berdiri tegak.
Mengapa hingga saat ini kita masih bisa bertahan…..???.

Kita yakin seyakin-yakinnya, semuanya telah terjadi berkat doa yang dipanjatkan setiap muslim di negeri ini.
Semua itu berkat ratusan juta pasang tangan yang selalu ditengadahkan ke langit. Berdoa agar negeri ini dijauhkan dari kehancuran.
Perpaduan hati dan kecintaan menjadi awal dari persatuan.
Akhlak mulia dan sifat malu pada generasi muda akan menjadikan dunia bersih tak bernoda.

Sabda Rasulullah SAW sebutkan,

العَدْلُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الأُمَرَاءِ أَحْسَنُ، السَّخَاءُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الأَغْنِيَاءِ أَحْسَنُ، اَلْوَرَعُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى العُلَمَاءِ أَحْسَنُ الصَّبْرُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الفُقَرَاءِ أَحْسَنُ، التَّوْبَةُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى الشَّبَابِ أَحْسَنُ، الَحيَاءُ حَسَنٌ وَ لَكِنْ فِى النِّسَاءِ أَحْسَنُ.
رواه الديلمى عن عمر

“Keadilan itu baik, akan tetapi lebih baik kalau berada pada umarak (pejabat pemerintahan). Kedermawanan itu baik, akan lebih baik jika ada pada orang-orang yang mampu (hartawan). Hemat cermat itu sangat baik, akan tetapi lebih baik kalau cermat itu berada pada orang berilmu. Kesabaran itu baik, namun akan lebih baik kalau ada pada orang miskin. Tobat (meninggalkan dosa itu baik), tetapi akan lebih baik kalau ada pada pemuda. Malu itu baik, tetapi akan lebih baik kalau ada pada perempuan”. (HR. Dailami dari Umar bin Khattab).

Di tangan umarak terletak kunci pemerintahan.
Penguasa yang baik akan menjadikan kehidupan dunia jernih dan saling menyayangi dalam tatanan berbangsa.

خِيَارُ أَئِمَّتُكُمُ الذِّينَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَ يُحِبُّوْنكَمُ ْو َتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَ يُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ.

“Pemimpin/penguasa kamu yang terbaik ialah yang kamu cintai dia setulus hati, sedang mereka pun mencintai kamu rakyatnya dengan sesungguh hati pula. Kamu selalu mendo’akan keselamatan mereka kepada Allah, begitu pula mereka selalu berdo’a dan berusaha keras untuk kesejahteraan kamu rakyatnya, dengan seikhlas hati pula.

وَ شِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الذِّيْنَ تَبْغُضُوْنَهُمْ وَ يَبْغْضُوْنَكُمْ تلَعِْنُوْنـَـهُمْ وَ يَلْعَنُوْنَكُمْ.
رواه مسلم عن ابن مالك

Sejahat-jahat pimpinan pengusaha kamu ialah mereka yang selalu kamu benci karena tindak tanduknya yang tidak adil, dan merekapun membenci kamu rakyatnya setengah mati. Kamu selalu mengutuk dan melaknat mereka supaya kekuasaan mereka cepat tumbang,sedangkan mereka sendiri mengutuki kamu pula dengan cara mempersulit dan menyengsarakan kamu rakyatnya….” (Hadits menurut riwayat Imam Muslim dari A’uf bin Malik).

Ketiga, meneladani para nabi dan rasul. Mereka adalah kekasih-kekasih Allah. Sungguhpun demikian, ujian dan cobaan selalu Allah timpakan kepada mereka, amat dahsyat dan tak terperikan. Bahkan di antara mereka ada yang mendapat gelar Ulil Azmi karena keberhasilan mereka dalam mengahadapi ujian berat.

Rahasianya adalah mereka tidak pernah berputus asa kepada Allah Ta’ala.

Adalah nabiyullah Zakaria yang selalu merindukan anak, namun hingga di usianya yang mulai senja, si buah hati yang di idamkannya belum kunjung datang.
Hal itu tidak membuatnya putus asa dan kehilangan optimisme.

Dengarkan Al-Quran menuturkan,
(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakariya, yaitu tatkala ia berdo`a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: „Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo`a kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya`qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai“.(QS.19, Maryam: 2-6).

Orang yang sudah tua renta, istrinya mandul pula, lalu mengharapkan mempunyai anak. Rasanya akan mustahil terjadi. Harapan akan tinggal harapan.

Kekasih Allah tidak pernah menyandarkan harapannya kepada sebab-sebab manusiawi semata.

Sebab sebab itu juga merupakan kehendak Allah.
Sungguh Allah mampu menciptakan dari yang tiada menjadi ada.
Tentulah tidak akan sulit menciptakan dari yang sudah ada, walau usia renta dan istri mandul.

Akhirnya Allah mendengar doanya dan melihat ketegarannya.
„Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.“ (QS.19, Maryam: 7).

Itu pula yang dialami Ibrahim, Khalilullah, ketika beliau bermohon diberi turunan ketika berdoa “Rabbi, Hablii minas-Shalihin”.

Tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Tugas kita hanyalah tetap berusaha dan berdoa.

Pada perang Khandaq, saat sepuluh ribu pasukan sekutu yang terdiri dari suku Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya mengepung Madinah. Sementara Rasulullah hanya didukung dua ribu pasukan dengan parit (khandaaq) yang mengelilingi sebagian sisi kota.

Sementara itu pula, orang-orang Yahudi Bani Quraidzah yang terikat perjanjian dengan kaum Muslimin untuk melindungi wilayah perbatasan kota Madinah, telah berkhianat dan membatalkan perjanjian mereka dengan kaum muslimin dan bergabung dengan pasukan sekutu.

Dengarlah bagaimana sikap Rasulullah SAW ketika menghadapi kondisi genting ini,

“ dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS.61, Ash-Shaaf : 13)

Allahu Akbar,
Bergembiralah wahai sekalian kaum Muslimin dengan kemenangan dari Allah dan pertolongan-Nya.
Ternyata Allah memperhatikan optimisme hamba terbaik-Nya. Dua ribu pasukan Muslim dapat mengalahkan sepuluh ribu pasukan sekutu plus orang-orang Yahudi Bani Quraidzah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil-hamdu
Keempat, beramal dan bertawakkal.
Allah tidak menurunkan emas dari langit. Gunakan seluruh potensi yang Allah telah karuniakan kepada kita.

„Dan katakanlah: „Bekerjalah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kamu kerjakan“. (At-Taubah:105).

Rasulullah SAW menyebutkan kedudukan amalan karya kita di dunia ini dalam menciptakan kebahagiaan bersama-sama.

الدُّنْيَا الأَرْبَعَةُ نَفَرٍ: عَبْدٌ رِزْقَهُ الله مَالاً وَ عِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِيْهِ وَ يَصِلُ فِيْهِ رَحِمَهُ وَ يَعْلَمُ اللهُ حَقًّا فَهذَا بِأَفْضَلِ المَنَازِلِ
رواه الترمذي

“ Dunia ini berada dalam genggaman empat tahapan; seorang yang diberi rezki oleh Allah dengan kekayaan dan ilmu, lalu dengan kekayaan itu dia bertaqwa kepada Allah, selanjutnya di ikat tali silahturrahmi dengan masyarakat, kemudian di perhatikannya benar batas-batas hak untuk Allah. Maka disanalah kedudukan sebaik-baiknya.” (HR.Tirmidzi)

Indonesia adalah negara yang berpenduduk muslim terbanyak dengan tanah air paling strategis di perlintasan dunia. Indah seakan “qith’ah minal jannah fid-dunya”.

Negeri ini mesti kita bangun untuk umat masa depan.
Di awali memperbaiki silaturrahim.

صِلَةُ الرَّحِمِ وَ حُسْنُ اْلخُلُقِ وَ حُسْنُ الِجوَارِ يُعَمِّرْنَ الدِّيَارَ وَ يَزِدْنَ فِى الأعْمَارِ.  رواه أحمد

“Menghubungkan silaturrahim, budi pekerti yang baik den berbuat baik terhadap tetangga, itulah yang akan meramaikan kampung dan menambah umur”. (HR Ahmad)

Tidak ada yang mengubah diri kita selain kita sendiri.

„Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikuti-nya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaga-nya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.“ (QS.13, Ar-Radu: 11).

Minimal dengan memanjatkan do’a secara tulus dan ikhlas agar kemelut tidak terjadi, sebagai bagian dari mensyukuri nikmat, sesuai firman Allah,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 (ingat juga), ketika Tuhanmu mema’lumkan: „Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (Surat ibrahim ayat 7)

Akhirnya, dengan jiwa yang suci bersih bak seorang bayi yang baru lahir. Marilah kita tundukkan hati kita kepada kebesaran Allah, menengadah, mengharap akan karunia dan rahmat-Nya, untuk kita keluarga kita, kaum Muslimin, dan bangsa kita,

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ اِسْرَافَنَا فِى أَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَ انْصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافَرْيْن.

“Ya Allah, Ampunilah dosa kami, ampunilah keteledoran kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum kafir”.

اللَّهُمَّ لاَ تُمْكِنُ الأَعْدَاءَ فِيْنَا وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ َيَخافُكَ وَلاَ يَرْحَمُنَا

Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau beri kemungkinan musuh berkuasa terhadap kami janganlah Engkau berikan kemungkinan mereka memerintah kami, walaupun kami mempunyai dosa. Janganlah Engkau jadikan yang memerintah kami, orang yang tidak takut kepada-Mu, dan tidak mempunyai kasih sayang terhadap kami”.

اللهُمَّ أَهْلِكِ الكَفَرَةَ الَّذِي يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَ يَكْذِبُوْنَ رَسُلَكَ وَ يُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَائَكَ

“Wahai Tuhan kami, hancurkanlah orang-orang yang selalu menutup jalan Engkau, yang tidak memberikan kebebasan kepada agama-Mu, dan mereka-mereka yang mendustakan Rasul-Rasul Engkau,dan mereka yang memerangi orang-orang yang Engkau kasihi”.

اللهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَ أَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لا َتَرُوْدَهُ عَنِ القَوْمِ الُمجْرِمِْينَ.

“Wahai Tuhan kami, hancurkanlah kesatuan mereka, dan pecah belah barisan mereka. Turunkan kepada mereka ‘azab sengsara-Mu, yang selalu Engkau timpakan kepada golongan-golongan yang selalu berbuat dosa”.

اللهُمَّ أَعِزِّ الإِسْلاَمِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اخْذُلِ الكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِيْنَ

“Wahai Tuhan kami, berilah kemuliaan kepada Islam dan kaum Muslimin, rendahkanlah orang-orang yang kafir dan orang musyrik”.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ وَ تبُ ْعَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللِه بَرَكَاتهُُ

Padang, 1 Syawal 1429 H / 1 Oktober 2008 M.

Færðu inn athugasemd

Sekilas Tentang TERATAI SALJU .. Herbal Alami

Teratai Salju

A. Sekilas tentang Teratai Salju

 

 

Sanso Snow Lotus Flower (Saussurea involucrate/teratai salju memiliki sekitar 300 jenis spesies tanaman berbunga dalam keluarga Asteraceae, tumbuh didaerah puncak pegunungan dengan suhu sangat dingin di kutub Asia, Eropa dan Amerika Utara, keragaman habitat terbesarnya berada dipuncak pegunungan Himalaya. Teratai salju berfungsi menyembuhkan berbagai penyakit dan memperkuat kesehatan tubuh. Ini adalah ramuan herbal abadi serta termasuk tanaman yang sudah langka serta paling hebat karena mampu hidup dalam situasi iklim yang sangat keras pada ketinggian 3500 s/d 5000 meter, dengan suhu yang sangat dingin selama 8 s/d 10 bulan dipuncak pegunungan, tetapi tetap mampu bertahan hidup pada tanah yang sangat kaya humus kerikil pada puncak gunung tersebut

 

B.  Sejarah dan perkembangan ramuan berkhasiat Teratai Salju

 

 

Bunga Teratai Salju atau dikenal juga dengan sebutan Bunga ‘Tian Shan Xue Lian’ (saussurea involucrate) terdapat dibagian utara-selatan pegunungan Tian Shan tempat ditemukannya bunga langka ini. Bunga ini sudah sangat terkenal sejak zaman Dinasti Qing.

Bunga teratai salju ini di kembangkan oleh bhikkhu Tibet untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gangguan darah lainnya, serta berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan kehamilan dan menstruasi.

Ramuan Teratai salju ini dikenal juga dengan sebutan xue lian 西藏 雪莲 酵素 atau kefir (天山 雪莲) 

 

****

 Kisah penyebaran Ramuan Teratai Salju ini diimulai dengan kisah seorang profesor medis asal Polandia yang mengidap penyakit kanker liver. Sewaktu berada di Tibet, beliau memminumi ramuan Teratai Salju ini yang diberikan oleh biksu Tibet selama 18 bulan dan akhirnya berhasil disembuhkan. 

 

****

Malaysia

Cerita ini mengatakan bahwa ada seorang pria yang menderita sakit parah karena mengidap kanker. Dokter telah mendiagnosa dirinya hanya dapat bertahan hidup beberapa bulan.

Dengan perasaan tidak mau menyerah dengan penyakit yang dideritanya, dia pun memutuskan untuk pergi ke Tibet guna mencari obat ajaib.

Di Tibet dia menemukan sebuah vihara dan dia pun menjalani perawatan di sana.

Setelah beberapa lama ia dirawat di vihara tersebut, secara mengejutkan ia telah sembuh dari penyakitnya.

 

Karena merasa bersyukur atas kesembuhan penyakitnya ia pun meminta izin untuk membawa ramuan Teratai Salju ke Malaysia guna untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Para biksu di vihara tersebut mengizinkannya untuk membawa pulang Teratai Salju itu tetapi dengan syarat jika dia bisa mematuhi satu syarat yaitu ia tidak boleh meminta imbalan apapun ataupun penghargaan dalam bentuk apapun. Dia hanya diperbolehkan untuk berbagi kepada orang lain tanpa pamrih dan kemudian pria itu pun setuju dengan persyaratan dari biksu Tibet.

 

****

Sebuah artikel dari China Press menceritakan bahwa ada seorang wanita di Penang yang telah membuat enzim Teratai Salju dalam barel dan mendistribusikannya ke rumah orang tua dan membantu orang-orang miskin yang tidak mampu membayar perawatan medis

 

 

C. Enzim Teratai Salju

 

Enzim adalah molekul protein yang bertanggung jawab untuk semua aktivitas biologis dalam sel manusia. Enzim merupakan katalis organik yang meningkatkan proses di mana makanan dipecah dan diserap oleh tubuh dan membantu berbagai fungsi berlangsungnya metabolisme dalam tubuh.

 Tubuh kita akan sangat terganggu tanpa adanya enzim. Tubuh manusia tidak akan mampu mencerna, menyerap dan memanfaatkan nutrisi. Enzim sangat spesifik dibandingkan dengan katalis anorganik seperti asam, basa, logam dan oksida logam. Enzim dapat memecah senyawa tertentu.

 

Enzim yang terdapat di dalam Teratai Salju merupakan senyawa yang halus seperti zat yang terdapat di dalam sel hidup baik hewani maupun nabati.

 

Enzim Teratai Salju berenergi molekul protein yang diperlukan bagi kehidupan. Enzim ini mengkatalisasi dan mengatur hampir semua reaksi biokimia yang terjadi dalam tubuh manusia. Jika kekurangan enzim dapat menyebabkan gangguan fungsi organ, tidak bisa mendukung metabolisme tubuh kita, sehingga tubuh kita menjadi tidak sehat / berpenyakit, ataupun mati. Pada kenyataannya, anda telah cukup mengkonsumsi vitamin, air mineral, dan protein. Namun, tanpa enzim yang cukup nutrisi mereka tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya akan dapat menganggu kesehatan kita.

 

 

 

D. Manfaat Teratai Salju:

 

– mengatur fungsi tubuh anti dumping.

– Berfungsi untuk menyembuhkan sakit jantung serta menurunkan kolesterol.

– Menyembuhkan asam lambung, asam urat dan ambeyen.

– Menurunkan kadar kencing manis/sakit gula.

– Secara teratur berperan membantu memperbaiki pada limpa, hati dan pancreas.

– Berfungsi menyembuhkan penyakit batu kandung empedu dan memiliki peran menghancurkan batu kandung empedu.

– Dapat mereproduksi antitoksin, pengobatan infeksi beberapa organ tubuh yang terinfeksi dan dapat menetralisir tekanan darah.

– Memiliki perawatan dan stimulasi fungsi memperkuat ginjal dan kantong kemih.

– Membantu memperbaiki struktur tubuh, bermanfaat mengurangi kelelahan, pengaruh stress.

– Bisa membantu pencernaan (bagi yang kesulitan membuang air besar).

– Mengatur fungsi mensterilisasi dan menghentikan pendarahan.

– Mencegah/menyembuhkan penyakit arthrtis sexual, impotensi dan lemah syahwat.

– Mengobati penyakit pinggang, reumatik.

– Meningkatkan dan memelihara kesehatan saluran rongga usus dan sekitarnya.

– Untuk mencegah efek samping yang disebabkan oleh konsumsi antibiotik.

– Meringankan dari kondisi memburuk dan penyebab infeksi Gastroenteritis yang akut (infeksi lambung usus).

– Memperbaiki gejala alergi anak-anak.

– Mencegah penyakit yang disebabkan virus menular dan mencegah penyebaran kanker.

– Bisa menghilangkan Flek hitam/tua di tubuh dan wajah.

– Membantu menghilangkan kelelahan / capek

– Anti penuaan

– Menormalkan tekanan darah

– Dapat membantu tidur bagi penderita insomia

– Air bilasan bs jg digunakan utk penyembuhan bagian dalam tubuh (diminum) bagi pengidap alergi/yg ga tahan terhadap alkohol. (TS hasil fermentasi jd mengandung alkohol), salah satu efek alergi alkohol adalah biduran/gatal“

– Mempercepat metabolisme sel

– Memperlambat pembentukan lemak di organ tubuh dan jaringan

 

 

Ramuan Kuntum Teratai Salju tidak mengandung bahan kimiawi, melainkan terdapat berbagai kandungan gizi yang dibutuhkan oleh organ tubuh manusia. Fermentasi Kuntum Teratai Salju ini menjadi enzim laktat dan bakteri asam laktat aktif untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, membentuk dan memperkuat daya tahan tubuh serta bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

 

E. Cara Pembuatan

 

Bahan:

1 mangkok teratai salju,

750 cc air matang dengan suhu ruang

250 gram. gula aren (HARUS aren jangan gula kelapa)

Semua peralatan jagAn ada yg mengandung unsur ALUMINIUM ATAU STAINLESS/ALAT DARI LOGAM

 

Cara pembuatan:

1. 250 gram gula aren dicairkan dengan 750 cc air matang

2. Saring air gula aren yang telah dicairkan tadi dan masukkan ke dalam toples

 3. Masukkan bibit teratai salju ke dalam toples yang telah berisi air gula aren hasil saringan

4.  Tutup toples tetapi jangan terlalu kencang / rapat

5. Catat tanggal dan jam pembuatan teratai salju ini

6. Taruh toples yang berisi teratai salju dan gula aren ini di tempat yang kering dan jauhkan dari sinar matahari

7. Pada hari ketiga buka tutup toples ( contoh di buat hari minggu di panen pada hari rabu Jam yg sama)

8. Saring air pertama hasil fermentasi teratai salju ini kemudian masukan ke dalam botol kaca =>air ini digunakan untuk diminum

9. Bilas bibit Teratai Salju sampai tiga kali bilasan akan tetapi jangan diaduk dengan menggunakan tangan =>air bilasan dapat digunakan untuk penyemuhan bagian luar tubuh

10. Apabila tidak ingin melakukan proses fermentasi bibit TS yang telah dibilas tadi dapat di simpan di dalam wadah plastik kedap udara dan simpan di kulkas (bagian rak sayur jangan di freezer)

 

Video Tutorial :

– http://www.youtube.com/watch?v=pk-fv72fCUU&feature=player_embedded

– http://www.youtube.com/watch?v=UKItcIRkDyg&feature=player_embedded

 

F.  Dosis dan Anjuran Konsumsi

– Untuk yang sakit / yang memiliki alergi biduran minum 1/3 atau 1/2 seloki terlebih dahulu baru kalau sudah cocok dapat minum 1 seloki

– Untuk yang sudah cocok dapat diminum sebanyak 1 sloki

– Diminum sebelum tidur

– Untuk penderita sakit maag / lambungminum sesudah makan

– Minum selama 20 hari lalu berhenti selama 5-10 hari kemudian ulangi lagi

– Untuk penyembuhan bagian luar tubuh (misalnya jerawat) gunakan kapas dan rendam kapas dengan air bilasan TS lalu kompress di bagian yang ingin disembuhkan selama 15 menit.

–  Tidak cocok untuk wanita hamil akan tetapi dapat di minum setelah 3 bulan persalinan

–  Dapat diminum 4 jam kemudian setelah mengkonsumsi umbi-umbian (seperti kentang)

– Konsumen yang memiliki penyakit koroner dan pasien Asma harus mengencerkan enzim dengan air sebelum diminum.                                                                  – Minuman ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan, lebih dari sekali s

–  Minuman ini berkesan „panas“ Karena itu minumlah banyak air. Air kelapa dapat membantu juga.                                                                                      

 

G. Testimonial Yang Telah Konsumsi Teratai Salju

 

Sumber : ”http://www.ayahuasca-wasi.com/2010/water-kefir/

 

Dr. Gabriel Cousens, a leading expert in the raw food community, writes in his book “Rainbow Green Live Food Cuisine“: “Kefir grains produce right-rotating L(+) lactic acid, which is an important constituent of the human body. It is particularly important in the prevention of cancer and has been used experimentally with success in the treatment of cancer. In addition, right-rotating lactic acid may help maintaining healthy functioning of the heart. According to some researchers, the cells of the heart muscle obtain their energy primarily from right-rotating lactic acid.

 

 

Sumber :

http://absolutginger.wordpress.com/2010/11/10/snow-lotus-enzyme-benefits/

 

Testimonial #1

My aunt sometimes, has problem sleeping at night. So, she would pop 1/3 of a valium pill whenever insomnia strikes. After taking this enzyme, she no longer requires to take valium. I guess enzyme is definitely better than taking sleeping pills in the long run!

 

Testimonial #2

I didn’t really notice this till a friend shared with me that, she gave a bottle of the enzymes to one of her friends who has problem getting out of bed. He’s a man in his 40s. In the morning, before getting out of the bed, he had to wait a little while because his joints were stiff. Then, he had to grab whatever he could to help him to get up. After taking this enzyme for a month, he has no problem getting out of bed now. In fact, he told my friend, he could just practically jump out of bed in the morning with joy! Haha! Speaking of which, I also had the same problem sometime back – stiff joints. These days, getting out of bed is no longer a chore!

 

Testimonial #3

My cleaner shared with me this story. Her friend is a cab driver. He couldn’t drive the whole day because of back pain. He would only go out in the morning and had to retire after lunch as his back will be sore. After taking this enzyme for a month, he is now able to be more productive! He has been driving cab the whole day and the pain behind his back is gone!

 

Testimonial #4

A colleague brought back the solution from conserved water from rinsed snow lotus yeasts during harvesting for her daughter. Her daughter has a back full of pimples. During bathing, she rinsed her back with the solution. After two weeks, there is a marked improvement! No more new pimples sprouting and the scars are healing beautifully.

 

Testimonial #5

A colleague is suffering from severe period pains for some time. So, she went to the doctor in June this year and discovered that she had 6 fibroids. One of them is as big as 4 cm. The doctor advised her to immediately undergo surgery to remove them. She hesitated and, upon hearing this, my other colleague – the very nice lady who shared this enzyme with me, gave her a bottle of enzymes to try. She consumed enzymes for two weeks and went to the doctor again last week. Surprisingly, the fibroids had reduced to only 4 and their sizes are shrinking! It’s a miracle! Even her doctor was puzzled! She was really happy that my colleague shared this with her! Apparently, a few ladies had also share the same testimonial on period pains. After consuming the enzyme, they feel that less pain or totally painless when they have their monthlies.

 

Testimonial #6

Another cleaner from my office shared that she has been having problems sleeping for many years. She would go to bed at 11 pm, hoping to get a shut eye but she could not sleep, even if she’s very tired. She had to toss and turn in bed, sometimes till 3 am before falling asleep and woke up at 7 am for work, groggily. After consuming the enzyme, she has been able to sleep well and feeling fresh the next morning, so she’s very happy.

 

Testimonial #7

I got this from a comment in my first post on snow lotus yeast enzymes. Here goes: –

elise Says:November 4, 2010 at 10:44 amMy colleague mother who has diabetic, who needs injects insulin 3 times a day with rating point:13, after taken the enzyme, her rate drop to point:5, so she is very convinced.

 

Testimonial #8

Since a friend was away from holiday the whole week, she came back and found that the vegetables in the fridge were no longer fresh. In order not to waste, she decided to cook them anyway. So, she soaked the vegetables with a spoon of enzyme in water. Surprisingly, the vegetables turned out to be crunchy!

 

*******

 

Terimakasih buat sahabat-sahabat dari members Buddha School untuk segala macam informasi dan penyebaran Teratao Salju ini semoga ramuan Teratai Salju ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkannya, mengingat semakin mahalnya harga obat-obatan saat ini.

 

Informasi lebih lengkap tentang teratai salju ini dapat dilihat di thread di bawah ini :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=498259343535380&set=o.176343255742754&type=1&theater

 

 

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

 

********

Sumberrangkuman artikel :

– Status dan informasi dari Ai Mhel Latie, Ai Chuei Chuei Ajah, Ai Lie Po Hian, Ko Sin Chan, Ko Danny Chen ( xie2 ^^ )

https://www.facebook.com/ramuankuntum.terataisalju

–  http://wlst-ourfirstjourney.blogspot.com/2009/12/snow-lotus-yeast-enzyme.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Saussurea

– http://absolutginger.wordpress.com/2010/11/10/snow-lotus-enzyme-benefits/

– http://naturalcancer.blogspot.com/2011/07/tibet-xue-lian-cured-cancer-and-more.html

https://www.facebook.com/groups/www.buddhaschool/437177656325978/?notif_t=group_comment_reply

Færðu inn athugasemd

Urgensi Hijrah Menumbuhkan Militansi Ummat

Oleh : H.Mas’oed Abidin

Fenomena Hijrah

Hijrah berarti pindah kenegeri lain – emigrasi / eksodus – [1].  Dalam sejarah Islam, hijrah Rasul adalah satu peristiwa Sirah Nabawi (sejarah Rasulullah SAW) bersama-sama Mukminin pindah dari Makkah ke Madinah pada satu setengah millenium yang lalu, dan kemudian menjadi awal penghitungan tahun baru Islam di zaman Sahabat Umar Ibnu Al-Khattab RA di saat menjabat Khalifah III sesudah wafatnya Rasulullah SAW.

Hijrah bukan melarikan diri karena takut siksaan, atau karena tekanan musyrikin Quraisy semata. Hijrah adalah satu peristiwa penting yang menjadi titik awal — starting-point — kebangkitan Dakwah Islam, dedikasi keyakinan Tauhid — beriman kepada Allah,  bukti kepatuhan, buah kesetiaan –, ketaatan kepada prinsip-prinsip ajaran tauhid.

GambarHijrah adalah jawaban tegas seorang mukmin atas seruan Allah, tanda kecintaan sejati – mahabbah — kepada Muhammad Rasulullah SAW. Cinta akan Allah dan Rasul SAW dibuktikan oleh kemampuan menundukkan kecintaan kepada harta benda, sanak keluarga dan kerelaan menggantinya dengan keikhlasan menerima Ajaran Islam.

Hijrah adalah fenomena kekuatan umat Mukminin. Citra ajaran dan latihan dari  Rasulullah SAW,– ujian menghadapi krisis — akan tersua sepanjang masa. [2]

Hijrah adalah gerakan nyata dari interpretasi Wahyu Al Quran. Hijrah adalah kebenaran perjalanan sejarah manusia pemilik keyakinan tauhid — berakidah Islam — sepanjang masa, siap sedia melaksanakan reformasi actual — menanggalkan kehidupan jahili — menumbuh biasakan karakter masyarakat Sunnah – Islami —  dalam membentuk generasi Qurani.

Membentuk Militansi Khayra Ummah

Hijrah pada hakekatnya melahirkan militansi – bersemangat, penuh ghairah dalam melakukan sesuatu (lihat KUBI, hal.898) – di tengah ummat tauhid itu.

 Militansi  menampilkan sosok umat bermutu — khaiyr-ummah –, yakni umat yang siap memikul tanggung jawab manusiawi – menjadi khalifah Allah di muka bumi – itulah puncak kewibawaan ajaran Islam.

Setiap upaya menjadikan Islam sebagai agama yang haq (benar) dari Allah oleh ummat yang militan — secara pasti tidak bisa dirusak oleh perdayaan dan tekanan dari golongan musyrikin – atheism — Quraisy.

Dalam fenomena kekinian — di era global dan arus kebebasan informasi – tekanan paham-paham – atheis, sekuler, anarchism, permissivism – dalam bentuk neo-communism bergenetika tidak berakhlaq.

GambarMilitansi ummat mengamalkan ajaran Islam – di antaranya menampilkan akhlak Islami yang karimah – menjadi satu-satunya benteng terkuat melindungi harkat-martabat kemanusiaan. 

Militansi Muhajirin — umat yang tidak cemas dan takut – berhadapan dengan penangkapan, pemenjaraan, pembunuhan, pengusiran, penculikan, pengucilan, intimidasi — dari pihak Jahiliyah Qureisy –, tidak takut menentang kemusyrikan maupun atheis – laa diniyah –, walau dalam masa yang panjang tidak boleh berhubungan dagang — embargo ekonomi — serta bermacam usaha makar yang diperlakukan terhadap Rasulullah SAW dan orang-orang Mukmin di masa itu. [3]

Tantangan Ummat Di Depan

Kebiasaan sikap Masyarakat Jahiliyah yang selalu menyembah berhala, hilangnya batas halal-haram, berkelakuan keji tercela — zina, sadis, miras, korupsi, kolusi, manipulasi, hedonis dan riba, dan segala bentuk p[enyakit masyarakat –, menjadi ancaman terhadap jiran, memutus silaturrahim dengan membahayakan ketenteraman tetangga, yang kuat menelan yang lemah.[4]

            Strukturisasi ruhaniyah Risalah Muhammad SAW, dikenal shiddiq (lurus, transparan), amanah (jujur), tabligh (dialogis), fathanah (ilmiah), memancangkan keyakinan bersih kepada kekuasaan Allah Yang Esa (tauhidiyah), percaya kepada hari berbangkit (akhirat), disiplin dalam beribadah (syari’at), memiliki optimisme yang tinggi terhadap luasnya bumi (rezki), hidup dalam kesaudaraan mendalam (mu-akhah), — sesungguhnya adalah bentuk-bentuk militansi yang dikiatkan dan di kaitkan kepada setiap pribadi mukmin –, siap sedia untuk berhijrah – tidak ada hijrah lagi sesudah futuh Makkah, dan yang sebenar hijrah itu adalah meninggalkan apa-apa yang dilarangkan oleh Allah – maka hijrah sedemikian semata-mata dikerjakan hanya mengharapkan balasan (pahala) dari Allah semata.[5]

Hijrah telah menjadi ketetapan operatif yang berlangsung terus menerus dalam proses restrukturisasi masyarakat baru, — tegak dengan ikatan kepercayaan, dengan prinsip dasar yang lebih tinggi dari sekedar hubungan solidaritas kelompok ‘ashabiyah, nepotisme –, dan kemudian, tumbuh-kembang menjadi masyarakat majemuk pertama yang hidup diatas landasan keadilan berkemakmuran dengan kekayaan — iman, harta dan ilmu – menjadi  sumber kekuatan dalam membangun.[6]  Nash (teks) Al Quran membuktikan pula bahwa masyarakat Madinah tumbuh berkeamanan yang tenteram serta dihuni tidak hanya oleh umat Mukmin — homogrenitas agama –, tapi juga oleh Yahudi-Nashara (Judeo-kristiani) dan bahkan kalangan Munafik (hipokrit).

Gambar           

Hijrah telah membentuk tatanan masyarakat yang terbuka untuk semua, dengan kesempatan berkembang mencari kehidupan berdasar hak asasi yang sama bagi semua anggota masyarakatnya — tidak ada kelompok yang bisa mencegah berbagai anggota masyarakatnya untuk maju –, menjadi salah satu keutamaan yang ditampilkan Islam membangun satu masyarakat yang kuat berdasarkan sikap saling mengasihi (ukhuwwah dan mahabbah) dan saling membantu (ta’awun). Sebuah peradaban yang tinggi yang melahirkan suatu lingkungan yang sehat politik, ekonomi, kebudayaan dan materil, memungkinkan manusia mengarahkan dirinya untuk menyembah Allah dalam semua kegiatan (lihat QS.Tahrim,ayat 6), tanpa rintangan dari institusi-institusi yang memerintah masyarakat itu.

Khulasah

  • Masyarakat akan tetap dianggap terbelakang sepanjang ia gagal menciptakan satu lingkungan yang tepat untuk menyembah Allah sesuai dengan syari’at-Nya. Tidak dapat disangkal bahwa Islam dan Iman mampu membangkitkan motivasi kuat dengan  keyakinan diri yang unggul dengan militansi penghayatan dan pengamalan syari’at agamanya.
  • Memiliki kebebasan terarah dan bertanggung jawab, baik secara moral maupun intelektual adalah menjadi satu catatan kaki dari sejarah hijrah yang tak boleh di abaikan.
  • Generasi umat Islam hari ini harus mampu mencapai visi baru dalam gelombang kesadaran Islam. Pengaruhnya akan tampak jelas dalam tatanan kehidupan duniawi.
  • Hanya kelompok Yahudi (zionis) yang tidak akan pernah diam. Mereka akan selalu berupaya sekuat daya agar manusia senantiasa mengikut millah (konsepsi dan cara-cara) mereka. Walan tardha ‘ankal yahauudu wa lan-nashara hatta tattabi’ millatahum (QS.2:120).

            Wallahu a’lamu bis-shawaab

.

Padang, Muharram 1435 H –November  2013 M.

 


[1] Al ‘Ashry, Kamus Kontemporer Arab Indonesia, Atabik Ali, Ahmad Zuhdi Mudhor, Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, Cetakan Pertanma, 1996, hal.1966. dan lihat juga Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al Munawwir Pustaka Progressif Surabaya 1997, hal. 1489.

[2] “ wadzkuruu idz antum qalilun, mustadh-‘afuuna fil-ardhi. Takhaa-fuuna an yatakhat-tafakumun-naasu. Fa awaakum, wa ayyadakum bi nashrihi, wa razaqakum minat-thaiyibaati, la’allakum tasykurun”, artinya ; Dan ingatlah (hai para Muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas dipermukaan bumi (Makkah), kamu takut orang-orang (Makkah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (di Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongannya, dan diberinya kamu rezeki dari yang baik-baik, agar kamu bersyukur” (QS.8, al-Anfaal :26).

[3] ”wa idz yamkuru bikal-ladzina kafaruu, liyutsbituuka aw yaqtuluuka, aw yugrijuuka. Wa yamkuruuna, wa yamkurullahu. Wallahu khairul makirina” , artinya :Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakan kamu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya” (QS.8, al Anfal :30).

 

[4] Lihat “Al Islam Ruhul Madaniyah”, berisi jawaban Sahabat Ja’far bin Abi Thalib kepada Kaisar Negus di Habsyi.

[5]  “Wa man yuhaajir fii sabiilillahi yajid fil-ardhi muraghaban katsiraran wa sa’ah. Wa man yakhruj min baitihi muhajiran ilallahi wa rasulihi tsumma yudrikhul mautu faqad waqa’a ajruhu ‘alallahi. Wa kanallahu ghafuran rahiman”  artinya Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat berhijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ketempat yang dituju), maka sesungguhnya telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.  (QS.4, an-Nisa’:100).

[6] Sejarah kemudian membuktikan betapa Shahabat Ali bin Abi Thalib pernah diadili atas aduan seorang Yahudi dengan dakwaan pemilikan seperangkat baju besi oleh seorang hakim Muslim dan akhirnya demi hukum dan keadilan Ali bin Abi Thalib bisa di kalahkan lantaran tidak dapat mengetangahkan bukti-bukti di pengadilan (mahkamah).

 

Færðu inn athugasemd

Idul Qurban mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah

ALHAMDULILLAH, hari raya Idul Adhha tahun 1434 H telah dapat kita rayakan pada hari ini. Kita sambut dengan Shalat ’Iedul Adh-ha, sebagai tanda mensyukuri nikmat NYA. Setelah ini kita iringi dengan ibadah qurban. Untuk taqarrub ila Allah yakni mendekat diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pada hari kemarin, tanggal 9 bulan Dzulhijjah (di bulan keduabelas) tahun 1434 H ini, sebagaimana setiap tahun telah terjadi, berjuta umat Islam telah berkumpul di Padang Arafah. Melaksanakan wuquf. Berhenti dan tafakur. Mengingati Allah. Memohonkan keampunan. Di tengah padang luas beratapkan langit. Di bawah terik sinar mentari atau sejuknya semilir angin padang pasir.

Semenjak dzuhur, hingga menjelang terbenam matahari. Beratus suku bangsa dari seluruh pelosok dunia. Berhimpun disana. Berbagai warna kulit dan langgam bahasa. Semua berpakaian sama. Tiada bedanya. Sepasang pakaian ihram. Membalut badan. Sehelai selempang. Terbuka bahu sebelah kanan. Sehelai lagi menjadi sarung. Penutup aurat. Tiada berjahit. Semua berwarna putih. Tiada lagi ada beda pangkat atau jabatan.

Raja raja meninggalkan tanda kehormatan yang tersemat di dada. Semua mahkota ditanggalkan. Semua kepala terbuka. Tanpa penutup. Hanya perempuan yang memakai jilbab. Tanpa cadar penutup muka. Tidak ada beda antara raja dan rakyat jelata. Semua sama.

إِنَّ أَكرَمَكُمْ عِندَاللهِ أتقَاكُم, إنَّ اللهَ علِيمٌ خَبيرٌ

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al Hujurat 13)

Allahu Akbar Wa lillahil hamd.

Tawakkal, berlindung dengan teguh hanya kepada Allah

Inilah didikan Allah dengan aqidah agama Islam. Menjadi karakter umat dalam setiap ibadahnya. Amat jelas nyata di dalam ibadah haji.

Semua amalan manasik punya latar belakang sejarah. Misalnya ketika melakukan Sa’i antara bukit Safa dan Marwa. Diingatkan betapa teguhnya hati Siti Hajar. Mengasuh dan memelihara putranya Ismail. Ketika masih mengandung dan telah dekat saat melahirkan, tibatiba Ibrahim suaminya, meninggalkan istrinya, dan anak yang masih dalam kandungan itu. Pada sebuah lembah. Tiada tumbuhan sama sekali. Dia ditinggalkan. Hanya dengan segeribah (sekantong) air. Mulanya dengan air mata berlinang. Siti Hajar menahan suaminya. Karena merasa takut dan cemas. Ditinggal sendiri dalam beban yang berat pula. Tetapi Ibrahim suaminya, tidak dapat ditahan. Dia terus hendak pergi berjalan. Akhirnya si isteri bertanya.

آللهُ آمُرُكَ بِهَذَا

“ Allahkah yang menyuruh engkau berbuat begini ..”

Yakni meningalkan isteri yang sedang mengandung. Di tempat sepi begini. Ibrahim mengangguk. Lalu Siti Hajar berkata; Kalau memang Tuhan yang memerintahkan engkau meninggalkan aku seorang diri di sini. Pastilah Tuhan akan menjamin keselamatanku tinggal sendirian. Di sini. Sebab itu pergilah..”

Inilah sebuah asas pendidikan karakter mukmin mengajarkan “Sabar” intinya adalah “ketaatan”. Kepatuhan kepada Allah Azza wa Jalla. Keyakinan, bahwa perlindungan hanya ada di tangan Allah semata.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لآ تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لآ يَعْلَمُونَ

Artinya, “Maka tegakkan wajahmu (berjuanglah) untuk agama yang hanif ini. Inilah agama fitrah, yang Allah telah ciptakan manusia selaras dengannya. Tidak ada perubahan dalam penciptaan Allah. Itulah agama (yang jadi pegangan hidup) kekal bernilai. Walau pun kebanyakan manusia tidak mau mengerti” (QS.ar Rum : 30)

Allahu Akbar Wa lillahil hamd.

Keberuntungan bagi orang yang bertakwa

Tidak lama setelah Ibrahim pergi, Siti Hajar melahirkan anak laki-laki. Terkenal dengan nama Ismail. Anak yang diberi nama oleh Allah. Lantaran makbulnya doa Ibrahim yang bersungguh sungguh.

وقال إني ذاهب إلى ربي سيهدين.. رب هب لي من الصالحـين .. فبشرناهُ بغلامٍ حليــمٍ

 “ dan Ibrahim berkata: „Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.  Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar (lapang dadanya, yakni Ismail AS)..” (QS.37, Ash-Shaffat : 99-101).

Tidak lama setelah anak lahir, persediaan air habis. Air susu makin kering. Anak makin kehausan. Dengan perasaan tawakkal kepada Allah dimulainya berjalan. Mencari air. Dari bukit Shafa diteruskan ke bukit Marwah. Kadangkala dia berjalan cepat. Kadang kadang tertegun. Sambil berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ;

 ربنا وسعَت كلّ شَيْءٍ رَحْمَةٌ وَ علمَـا

„Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu..”,

Dengan idzin Allah, tidak lama diunjuran kaki Ismail, muncul air yang jernih. Siti Hajar berlari mengumpulkan air yang telah membusat keluar. Sambil berkata zam-zam! (berkumpul, jangan mengalir). Menggenanglah air itu disana.  Kemudian menjadi sumur yang sampai kini disebut Zam-Zam, sejak lahirnya Nabi Ismail sekitar 2000 tahun sebelum Isa ibni Maryam. Hingga kini sudah lebih dari 4000 tahun berlalu. Ratusan juta manusia telah menziarahi Masjidil Haram. Menyauk dan mereguk air zam zam ini. Bahkan sekarang telah dibuat pipa sampai ke kota Madinah. Berpuluh juta liter air zam zam diangkut keluar tanah Haram ketika haji dan umroh setiap tahun. Karena meminumnya adalah sunat. Bahkan air zam zam dapat pula menjadi obat.

مَـا ءُ زَمْزَمَ لِمَـا شُرِبَ لَهُ

“ air zam zam diminum menurut niat yang meminumnya”.

Hingga kiamat sumur itu tidak akan kering. Bukti kekuasaan Allah. Lebih mendalam dapat dipahami bahwa amalan Sa’i antara bukit Shafa dan Marwah adalah bukti betapa besar pengaruh tawakkal kepada Allah, menumbuhkan semangat hidup yang tidak pernah pernah mengenal putus asa dari lindungan Allah Azza wa Jalla.

وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا … وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ … وَ مَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ، قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“ Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguh nya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguh nya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.65, Ath-Thalaq :2-3)

Karena itu ingatlah selalu, meskipun belum kentara sesuatu yang diharapkan, yakinlah bahwa pertolongan Allah itu pasti datang segera. Akan titik dari langit dan membusat dari bumi.

Beruntunglah orangorang yang bertakwa. Berbahagia orang yang bertawakkal, yakni berserah diri kepada Allah. Hidup didunia memerlukan sikap teguh pantang menyerah. Setiap insan Muslim selalu hidup dalam sikap optimistis dengan taqwa yang benar kepada Allah Azza wa Jalla dan senantiasa berserah diri.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوْا وَ اتَّقُوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَ اْلأَرْضِ

“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”.( QS.7, al A’raf : 96).

Ujian kesabaran dan ketaatan

Didalam mengerjakan haji ada satu rukun. Melontar tiga jumrah, yakni Jumratul Aqabah, Jumratul Ula dan Jumratul Wustha, sesuai latar belakang sejarah dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102 – 107 ;

فلَمَّآ بلغَ مَعَهُ السَّعْيَ قال يآبُنَيَّ إنى أرى في المنامِ أَنِّي أذبحُكَ .., فآنْظُرْ ماذَا تَرَى

Artinya ; “ .. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: „Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah, apa pendapatmu!“

قال يَآأبَتِى إفْعَلْ مَآ تُؤْمَرُ … سَتَجِدُنِي إنْشَآءاللهُ من الصَّآبِرِيْـنَ

ia menjawab: „Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah akan engkau dapati aku termasuk orang-orang yang sabar“.

فََلَـَّمآ أَسْلَمَآ وَتَلَّهُو لِلْجَبِـيْنِ وَنَادَيْنَآهُ أَنْ يَإِبْرَهِـيْمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَآ …

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya (nyatalah kesabaran kedua nya). Dan Kami panggillah dia: „Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu.

Sudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail. Maka Allah melarang menyembelih Ismail. Allah mengganti dengan seekor sembelihan yang besar. Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkan Qurban pada setiap hari raya haji atau idul Qurban.

 

إنآكَذَالِكَ نَجْزِى ألْمُحْسِنِـيْنَ … إنَّ هذا لَهُوَالْبَلآ ؤُا الْمُبِينَ , وفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar .. “.

وتَرَكْنَـا عَلَيْهِ فِى أْلآخِرِيْنَ … سَلآمٌ على إِبْرَاهـِـيْمَ  , إنآكَذَالِكَ نَجْزِى ألْمُحْسِنِـيْنَ …

“ Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, (yaitu) „Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim“. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Ash.Shaffat :108-110).

Maknanya, Kami tinggalkan kisah nyata ini sebagai peringatan untuk orang lain. Yang datang kemudian. Ibrahim telah menerima perintah Allah, melalui mimpinya. Mimpi Rasul adalah wahyu. Kesucian dan kebersihan jiwa menjadikan mimpi suci dan bersih pula. Ibrahim berhasil dalam melaksanakan perintah Allah walaupun setiap saat tetap digoda Syaithan anak tercinta anugerah Allah dikala usia telah tua pula. Akan disembelih oleh tangan sendiri … Bisikan syaithan ini tiga kali kepada Ibrahim dan tiga kali pula dia lontar syaithan itu. Hingga akhirnya Ibrahim berhasil menunaikan perintah dengan tawakkal. Allahu Akbar wa Lillahil-hamd.

Ujian Musibah dan Nikmat Allah selalu datang beriringan

Kesabaran didapat melalui latihan menahan diri. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberi kepada kita  tuntunan di dalam Alquranul Karim, „Dan sesungguhnya Kami akan mengujimu dengan sesuatu cobaan, seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah‑buahan. Gembirakanlah orang‑orang yang sabar,

الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا ِللهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

yaitu orang‑orang yang bila ditimpa malapetaka, musibah, diucapkannya „Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un“.

أُوْلَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَ رَحْمَةٌ وَ أُلَئِكَ هُمُ اْلمُهْتَدُوْنَ

Merekalah orang‑orang yang mendapat berkat dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka pulalah orang‑orang yang mendapat petunjuk.“ (QS.2,Al‑Baqarah,ayat 155‑157).

Musibah adalah sisi lain dari nikmat.

Nikmat dan musibah dua hal yang silih berganti dalam hidup. Musibah memberi ingat manusia agar kembali kepada Allah Yang Maha Kuasa. Dalam konsep Islam, musibah adalah pertanda kasih sayang Allah, bahwa ;

إن ألله إذآ أحب قوم إبتلاهم

“apabila Allah menyayangi suatu kaum, di datangkan kepada mereka cobaan-cobaan”.

Hakikat tujuan didatangkan musibah adalah agar umat menjadi tabah dan sabar. Satu sikap jiwa yang terpuji dan mahal harganya. Menghadapi musibah sewajarnya manusia meningkatkan rasa syukur kepada Allah, agar nikmat berlipat ganda sesudah itu.

وَ إِذْ تَأَذَّنَ رَبَّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ َلأَزِيْدَنَّكُمْ وَ لَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ

“Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya apabila kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat Kami kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. 14, Ibrahim : 7.)  

Musibah adalah imtihan atau ujian dalam kehidupan. Di balik ujian, tersedia yang lebih baik dari sebelumnya.

عَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَ عَسَى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئًا وَ هُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَ اللهُ يَعْلَمُ وَ أَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS.2, Al-Baqarah : 216.).

Allahi Akbar wa Lillahil hamd.

Dibalik Musibah selalu menanti Hikmah yang besar

Pada hakekatnya, dibalik musibah tersimpan hikmah besar. Begitulah hingga saat ini. Tiap kali kita ingin berkurban. Memberikan apa yang mahal dalam ingatan kita. Pikiran dan Was was timbul di dalam hati. Syaithan ingin mendominasi. Semua itu harus kita atasi. Dengan mengharap redha Ilahi. Maka ibadah pada umumnya adalah tekad atau sikap selalu siap melaksanakan perintah Allah dengan jujur dan taat. Setia dalam menunaikan semua aturan Tuhan. Teguh (istiqamah, konsisten). Ingin selalu berbuat baik (al-khair) sesuai bimbingan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا ارْكَعُوْا و اسْجُدُوْا و اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya, “Wahai orang yang beriman, rukuklah dan sujudlah (artinya patuh, taat, setia kepada aturan Allah), dan sembahlah tuhanmu, dan lakukanlah al-khair,(artinya yang baik, sesuai dengan ajaran dan syariat Islam), agar kamu berjaya menang (QS.22, al Hajj : 77).

Ibadah erat kaitannya dengan akidah Islam disebut tauhid ibadah menjadi dasar ibadah sesuai ketentuan Allah menurut Sunah Rasulullah yang dikerjakan meng- harap redha Allah sebagai pembuktian syahadah secara jujur. Karena itu marilah kita memupuk kegemaran berkurban. Saling membantu dan sama menanamkan sikap saling menghormati. Suka memaafkan. Menjaga kesatuan dan persatuan lebih mudah tumbuh oleh satu perasaan yang terjalin karena cinta kepada bangsa dan tanah air yang telah kita dirikan dengan darah dan air mata ini. Mengharap redha Allah sebagai bukti ketakwaan akan menjadi modal besar untuk membangun kehidupan bahagia masa depan.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَد

Artinya, Wahai orang yang beriman, hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah setiap diri merenungkan apa yang telah dilakukannya untuk hari esok (hari akhiratnya) (QS.al Hasyr : 18).

Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Akhlak mulia tumbuh dengan latihan kesabaran

Keutamaan risalah para Nabi menerapkan konsep tata laku yang baik guna membentuk kenyamanan hidup.  Makin mulia akhlak yang dimiliki semakin damai hidup dibumi. Rasulullah SAW menyebutkan ciri perangai ;

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنِ إِيْمَانا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، اَلْمُوَطِؤُّوْنَ أَكْنَافًا، الذِين يَألَّفُوْن و يُؤْلَفُوْنَ  (رواه الطبراني و أبو نعيم)

Artinya, “Iman orang-orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya, lembut perangainya, bersikap ramah dan disukai pergaulannya” (HR.Thabrani).[1]

Kelembutan dipunyai oleh insan sabar dan saling menyayangi, 

مَنْ لاَ يَرْحَمُ النَّاسَ، لاَ يَرْحَمُهُ اللهُ     (متفق عليه)

”Barangsiapa yang tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya” (HR.Muttafaq ‘alaihi)[2] . Allahu Akbar wa Lillahil hamd.

Sayangi penduduk bumi agar yang dilangit ikut menyayangi

Satu‑satunya benteng menghadapi setiap perubahan dengan mengamalkan intisari ajaran tauhid dan berupaya menjadi penyayang sesama umat.

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، اِرْحَمُوْا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمُ اللهُ مَنْ فِى السَّمَاءِ    (رواه أبوداود)

“Orang-orang penyayang itu disayang oleh Yang Maha Penyayang – Allah Rabb al ‘alamien –. Sayangilah penduduk  bumi, maka kalian akan disayangi oleh penghuni langit.” (HR.Abu Dawud).[3]

Sabar adalah kekayaan jiwa sumber kekuatan. 

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرْضِ، إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ   (متفق عليه)

“ Bukanlah kaya dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan itu adalah kaya jiwa” (HR.Muttafaq ‘alaihi).[4]

Kaya jiwa mematuhi semua perintah Allah dengan senang hati adalah bukti sabar yang benar. Setiap musibah bila mampu di hadapi dengan benar dan sabar akan mencerdaskan seorang. Menghidupkan fikiran. Menggerakkan tenaga. Berbuat yang di redhai Allah. Dengan harapan agar Allah meredhai usaha‑usaha kita. Firman Allah menunjukkan bagaimana Nabi Ya’kub alaihissalam mengajari anak anaknya yang pergi mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya dengan bekal kesabaran dan teguh hati.

وَلاَ تَايْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللهِ إِنَّهُ لاِ يَايْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُوْنَ.

“ dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir” (QS.12, Yusuf:87).


[1]  HR. Thabrani ini ditemui dalam  al Ausath dan Abu Nu’aim dari Ibnu Sa’ad yang dihasankan oleh Albani dalam Shahih al Jami’ ash-Shaghir.

[2] Riwayat dari Imam Bukhari ditemui didalam al Adab dan Imam Muslim dalam al Fadhaa-il.

[3] Shahih Abu Dawud (4921), dan Imam Tirmizi menyebutnya Hasan Shahih (1925).

[4] Muttafaq ‘alihi dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah, lihat Lu’Lu’ wal-Marjan (1334-1335),

Færðu inn athugasemd

MASJID MENGHADAPI TUNTUTAN GLOBAL

Surau Singgalang

(HU.Singgalang, Syiar Ramadhan, Kamis 25 Juli 2013 – 17 Ramadhan 1434H, hal.A-6)

 

Menggerakkan potensi masyarakat secara maksimal dan terpadu dengan menghidupkan masjid atau surau adalah bagian dari upaya mencerdaskan umat dan menanamkan budi pekerti (akhlaq) Islami.  

Adalah suatu kemestian mendorong gerak pembangunan fisik dan non-fisik dari masjid melalui kemandirian yang menjadi tumpuan harapan bagi pembinaan anak nagari. Seiring perkembangan zaman, masyarakat memerlukan pengurusan masjid yang berkualitas. Beberapa kalangan, terutama kalangan menengah berduit dan terpelajar yang mendasarkan pengalaman di rantau, memerlukan membangun masjid (surau) bukan asal-asalan dengan kualitas seadanya. Ada dorongan keras untuk menjadikan masjid (surau) sebagai wadah menghasilkan SDI (Sumber Daya Insani) yang sanggup mandiri dan berguna oleh pasar tenaga kerja. 

GambarDi Minangkabau atau Sumatera Barat, masjid menjadi lembaga yang lebih bersifat akomodatif. Mampu melahirkan orang-orang surau yang terampil, cakap dan tabah. Pengalaman ini, mendorong prakarsa masyarakat Muslim mengembangkan masjid atau surau dengan inisiatif masyarakat di tengah komunitas lingkungannya sendiri. Namun, karena perubahan global terjadi juga stagnasi yang signifikan. Maka jalan keluarnya tentulah dengan pembenahan organisasi dan manajemen masjid merujuk kepada sejarah mula berdiri serta peran sesungguhnya dari masjid itu.

Membangun masjid bukan sekedar memperindah bentuk untuk dilagakkan bila di dalamnya kosong dengan kegiatan. Ibarat kehidupan tak berjiwa. Alangkah meruginya Umat Islam, bila tidak kunjung menggunakan modal tak ternilai jumlahnya ini. Senyatanya masjid adalah sumber kekuatan membangun umat.

Program Kembali ke Masjid bermakna mengisinya dengan kegiatan Islami. Masjid yang hidup dan dinamis akan berperan menaikkan jiwa umat mencapai taraf kemakmuran hidup lebih baik.

Para ahli yang menyintai umat akan menjadikan masjid tempat pembinaan penghidupan dan kehidupan melalui pelatihan dan keterampilan kreatif. Persoalan penghidupan masyarakat kebanyakan, terutama dikampung dan juga dikota sebenarnya adalah masalah sederhana seperti bagaimana mencari dan memenuhi kehidupan. Soal berdagang dan manggaleh. Bagaimana mempertinggi hasil pendapatan. Seni kehidupan di pasar dan memerhatikan anak yang belum sekolah yang belum kunjung dapat dipecahkan dengan teori ekonomi yang hebat.

Masjid yang hidup sebagai pusat pembinaan akan menghidupkan jiwa jamaahnya dengan memiliki Izzah atau kemuliaan keperibadian yang amat berguna untuk siap berkecimpung dalam masyarakat ramai dari berbagai ragam coraknya.

Penguatan umat ditengah perubahan cepat arus globalisasi menompangkan pula gelombang penetrasi budaya luar (asing). Hal itu dinyana telah mengubah perilaku masyarakat dan praktek pengelolaan asset umat. Bahkan, perkembangan norma adat istiadat yang lazim telah pula terabaikan. Perubahan perilaku mengedepan adalah perebutan prestise berbalut kebendaan yang sangat individualis atau nafsi nafsi. Pencapaian hasil kebersamaan (kolektif) menjadi kurang diminati daripada kebanggaan pencapaian hasil perorangan (individual).

Sebagai masyarakat beradat dan beradab dengan pegangan agama Islam maka fungsi peran masjid mestinya memberikan pelajaran mengutamakan prinsip hidup berkeseimbangan.

Allah SWT mengingatkan, Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya. Maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.5 al Maidah ayat 105).

Syariat Islam menghendaki keseimbangan antara hidup rohani dan jasmani. Keselarasan antara dunia dan akhirat. Agama Islam mendorong kepada usaha mandiri sebab membiarkan hidup dalam kemiskinan tanpa upaya adalah salah. Kemiskinan  membawa kepada kekufuran (ke-engkaran) (Hadist).

Disinilah masjid berperan utama. Wallahua’lamu bis-shawaab.***

10 athugasemdir

Nasehat Rasulullah tentang Akhlaqul Karimah

Nasehat Rasulullah tentang Akhlaqul Karimah

1. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ; “Jika seorang pemuda beribadah maka Iblis berkata, ‘lihatlah darimana sumber makanannya, kalau ternyata sumber makanannya adalah dari yang haram maka biarkan saja dia beribadah dan tidak usah repot-repot menggodanya karena dia sudah memperingan tugas kalian (teman-teman iblis/syetan).”  (HR.Imam Al Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab Al Iman).

Iblis tahu bahwa makanan haram akan membuat ibadah seseorang tertolak, jadi mereka tidak perlu lagi bersusah susah menggodanya. Maka carilah makanan dari yang sumber halal, jangan dari hasil sogok, riba, korupsi, mencuri, menipu, dan lain semacamnya.

2. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ; “ Jika seseorang masuk kedalam rumahnya lalu ia menyebut asma Allah Ta’ala (bismillah) saat ia masuk dan saat ia makan, maka setan berkata kepada teman-temannya, “ tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Dan jika ia masuk, tanpa menyebut asma Allah Ta’ala saat hendak masuk rumahnya berkatalah syaithan: “ kalian mendapatkan tempat bermalam, dan apa bila dia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan, maka setan berkata : “ kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.” (HR.Bukhari)

3. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari)

4. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,  “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad).

5. Dan ingatlah bahwa keampunan Allah diberikan kepada mereka yang  beriman, beramal sholeh dan akhirnya mendapatkan petunjuk. Allah menyebutkan mengenai orang musyrik, seorang pembunuh dan pezina dalam firman-Nya,
إِلا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan” (QS. Al Furqon: 70).

Dalam ayat ini disebutkan kecuali bertaubat dan beramal sholeh, maknanya adalah  mukmin yang benar bertaubat itu adalah mukmin yang haqqan yang sebenar dalam imannya istiqomah dalam melakukan amalan sholeh. Mukmin yang jujur punya semangat untuk terus bertaubat dan bersungguh-sungguh dalam memperbanyak shalat dan sedekah, memperbanyak dzikir, tasbih, tahlil dan berbagai macam kebaikan. Mereka benar-benar sungguh-sungguh dalam melakukan amalan kebajikan tersebut. Dengan demikian, semoga Allah menghapuskan kesalahan mereka dan semoga Allah menerima amalan baik mereka.

Allah Ta’ala berfirman
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar” (QS. Thaha: 82).

6. Allah Ta’ala berfirman ; “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. Al Ahzaab: 21)

Ayat yang mulia ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan besar mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah Ta’ala sendiri yang menamakan semua perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai “teladan yang baik”, yang ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah Ta’ala. (Lihat keterangan Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas, hal. 481)

7.  Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
 “Orang-orang penyayang akan disayang oleh Allah. Sayangilah penduduk bumi, maka kalian akan disayangi oleh Allah” (HR Ahmad)

8. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)

Allah Ta’ala berfirman ;
 “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf (kebaikan).” (QS al-A’raf: 199)

9. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : „Berbuat baiklah pada orang tua kalian niscaya anak-anak kalian akan berbuat baik pada kalian. Dan jagalah kehormatan kalian niscaya isteri kalian menjaga kehormatannya.“  (HR. Ath-Thabrani).

10.    Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
Siapa menyayangi akan disayangi. (HR.Bukhari).

11.     Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
 “Amalan yang paling dicintai Allah setelah yang fardu adalah memasukkan kegembiraan di hati Muslim.” (HR at-Thabrani dari Ibnu Abbas).

Buatlah gembira saudara(i) kita yang lain, jangan membuat mereka sedih atau sakit hati, karena membuat mereka gembira dengan cara yang baik, maka itu adalah satu amal yang sangat di cintai Allah.

12.     Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
„Bergaul dengan orang yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang Buruk.“ (HR. Al-Hakim).

Termasuk juga berbicara buruk adalah membicarakan keburukan orang lain, dan termasuk juga bicara buruk ADALAH MEMBICARAKAN KEBURUKAN ORANG LAIN  seperti orang yg memakan bangkai saudara sendiri.

13.    Allah Ta’ala berfirman ;
„Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): „Masuklah ke dalam (surga) dengan sejahtera lagi aman.“ (QS.Al-Hijr : 45-46).

Orang-orang bertaqwa adalah orang yg menjalankan perintah Allah seperti sholat dan kewajiban lainnya serta sunnah-sunnah Rasul-Nya. Jadi tidak dikatakan bertaqwa orang yang meninggalkan sholat.

14.     Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,  „Barangsiapa yang bangun di pagi hari & hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak-hak Allah dalam dirinya (tidak berdzikir) maka Allah akan menanamkan 4 penyakit:
1. kebingungan yang tiada putus-putusnya,
2. kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya,
3. kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi,
4. khayalan yang tidak berujung.“
(HR. Imam Thabrani)

15.     Allah Ta’ala berfirman ;
“ Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat (menjaga sholatnya), menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Attaubah 9 :18).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga,” (HR Ibnu Majah).

Jaga kebersihan masjid, dan jangan pernah malu mengepel dan membersihkan masjid meski itu sudah ada petugasnya, jangan sungkan untuk membantu. Semoga Allah ridhoi.

16.    Allah Ta’ala berfirman ;
”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al -‘Ankabuut: 1-3).


17.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  
„Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang rendah hati karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.“(HR.Muslim:4689).

18.    Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,  
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing dari keduanya ada kebaikan. Bersemangatlah untuk melakukan apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, serta jangan merasa lemah. Apabila engkau ditimpa sesuatu (masalah), janganlah mengatakan ‘Seandainya aku dulu melakukan begini dan begini’, namun katakanlah ‘Ini adalah takdir Allah, dan apa pun yang Allah kehendaki pasti Allah lakukan’ karena ucapan ‘seandainya’ itu membuka jalan untuk setan menggoda manusia.” (HR. Muslim no. 2664)

19.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda:
Wahai Abdullah bin Qais! Maukah kamu aku tunjukkan kepada salah-satu kekayaan surga yang tersimpan? Aku menjawab: Tentu, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Yaitu ucapan: ‘laa haula wa laa quwata illa billah’ (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali berkat bantuan Allah). (Shahih Muslim No.4873).

20.    Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.
(Nasehat dari sahabat Umar bin Khattab r.a).

21.    Cara sunnah memakai sandal/sepatu, ikuti sunnah maka insyaAllah pakai sandal juga akan dapat pahala. dan jangan lupa awali dengan bismillah.

Dari Abu Hurairah r.a,Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
„Jika kamu memakai sandal (kasut), pakailah yang kanan terlebih dahulu. Tetapi jika membukanya, yang kiri dahulu dibuka. Maka yang kanan adalah yang mula-mula dipakai dan yang terakhir dibuka“.(Riwayat al-Bukhari).

22.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda:
„Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad 5/135, 158, 177, At-Tirmidzi no. 1987).

Akhlak baik terhadap manusia yang pertama Memaafkan keburukan mereka dan gangguan mereka terhadapmu, kemudian engkau bermuamalah dengan mereka dengan muamalah yang baik dalam ucapan maupun perbuatan. Termasuk akhlak baik yang paling khusus adalah sabar menghadapi mereka, tidak jenuh dengan mereka, berwajah cerah, berkata lembut, berucap indah yang menyenangkan teman duduk, memberikan kegembiraan pada teman, menghilangkan rasa tidak enak di hati mereka, dan hal baik lainnya.

23.    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ;  
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS al-A’raf: 199).
Dalam ayat tersebut Allah mengabarkan kepada umat Muslim bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan di atas muka bumi ini.

Tiga konsep yang Allah berikan kepada kita ;  

Pertama, jadilah pemaaf. Ketika proses saling maaf dan memaafkan sudah menjadi habit (kebiasaan) dalam masyarakat, sungguh masyarakat tersebut akan menjadi suatu masyarakat yang harmonis, mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) menaungi mereka.

Kedua, mengimbau kepada kebenaran. Di kala rasa cinta dan kasih menaungi kehidupan mereka, di sana akan terjalin suatu interaksi yang harmonis dan mereka akan mengoreksi sahabatnya yang berbuat kesalahan.

Ketiga, berpaling dari orang-orang bodoh. Ketika suatu masyarakat sudah menjadi masyarakat harmonis dan religius, sungguh mereka akan berpaling dari perilaku orang-orang yang bodoh, perilaku yang kering akan hal-hal yang bermanfaat. Dan, seperti inilah seorang Muslim, “meninggalkan suatu hal yang tak berguna adalah kebaikan bagi seorang Muslim.”

24.    Diam Ketika Marah :
Dari Ibnu Abas r.a, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda : .., „Jika engkau marah, maka diamlah.“ Beliau mengucapkannya dua kali. (Hadits shahih Riwayat Imam Ahmad: 1/283)

Atau Mengubah Posisi Tubuh Saat Marah
Dari Abu Dzar r.a ia berkata, „Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: „Jika salah seorang dari kalian marah dan ia dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk. Jika rasa marahnya hilang (maka itu yg dikehendaki), jika tidak (hilang marahnya) hendaklah ia berbaring.“

Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyyah dari Khalid dari Dawud dari Bakr bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Abu Dzar dengan membawa pesan hadits ini.“ Abu Dawud berkata, „Hadits ini adalah yg paling shahih di antara dua hadits yg ada.“ (HR. Abu Dawud: 4783).

25.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda:
“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian & cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya & barangsiapa murka maka baginya murka Allah”. (HR. Tirmidzi)

26.    Jaga wudhu sebelum tidur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda:
„Barangsiapa Tidur Di Malam Hari Dalam Keadaan Suci  (Berwudhuk) Maka Malaikat Akan Tetap Mengikuti, Lalu Ketika Ia Bangun, Niscaya Malaikat Akan Berdoa: „Ya Allah, Ampunilah Hamba-Mu Si Fulan, Karena Ia Tidur Di Malam Hari Dalam Keadaan Selalu Suci.“( HR. Ibnu Hibban dari Ibnu Umar )

27.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda:
مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Dia akan jadikan orang itu fakih terhadap dien (agama islam).“ (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya)

Yufaqqihu (يُفَقِّهْهُ ), maknanya: menganugerahkan kecerdasan, pengetahuan, dan kefahaman terhadap urusan Islam (hukum-hukum syar’i).
 
Faham di sini adalah faham yang membuahkan amal shalih agar kefahaman dan ilmunya tersebut tidak menjadi bumerang bagi dirinya. Karena siapa yang tidak mengamalkan ilmu yang telah dipahaminya, ia termasuk orang yang mendapat murka.

Syarat utama untuk jadi orang yang baik disisi Allah adalah faham agama, karena orang yang faham agama dan mengamalkannya adalah orang yang Allah kehendaki baik. .

Belajarlah Islam dengan sungguh-sungguh dan amalkan dengan istiqomah, semoga Allah merahmati kita semua.

28.    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ;  
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya (kepada Allah seperti menjaga sholat dan amalan lainnya), laki-laki dan perempuan yang benar (menjauhi maksiat/dosa-dosa), laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Ahzab:35)

Færðu inn athugasemd

Penerapan Iptek disertai Pengembangan Dakwah di Masa Kini dan Mendatang


 

Penerapan Iptek disertai Pengembangan Dakwah di Masa Kini dan Mendatang

Oleh : H. Mas’oed Abidin

 

            Firman Allah dalam QS. 3, Ali Imran : 110, artinya, “Kamu adalah umat yang paling baik (khaira ummah, umat pilihan), yang dilahirkan untuk kepentingan manusia; menyuruh mengerjakan yang benar dan melarang membuat salah, serta beriman kepada Allah. Sekranya orang-orang keturunan Kitab itu beriman, sesungguhnya itu baik untuk mereka. Sebahagian mereka beriman, tetapi kebanyakannya orang-orang yang jahat”.

Ayat ini mengandung beberapa pengertian bahwa umat dengan ajaran Islam adalah umat pilihan, terbaik. Bila keturunan Kitab sebelumnya mau beriman kepada apa yang dibawa Muhammad, yakni dinul Islam , tentu mereka akan lebih baik dari umat ini. Tetapi mereka menolak, kufur, dan sebahagian lagi  jahat, menolak ajaran Allah SWT. Disinilah terdapat tantangan disamping peluang terhadap umat pilihan (umat Islam) sepanjang masa dalam meniti setiap perubahan zaman.

Umat Pilihan

Khaira ummah menjadi identitas umat Islam. Ditandai sikap istiqamah (Konsisten) dengan perangai utamanya tetap membawa, menyeru, mengajak umat kepada yang baik atau amar makruf. Kemudian melarang membuat salah yakni nahyun ‘anil munkar. Dan tetap beriman dengan Allah.  Amar makruf, hanya terlaksana dengan ilmu pengatahuan. Ketika manusia pertama diciptakan, diberikan beberapa perangkat ilmu. Di ajarkan pertama sekali pengenalan terhadap nama, sifat sesuatu dari alam, yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya termasuk malaikat. Lihatlah dengan jelas dialog Allah dengan para malaikat tatkala penciptaan manusia pertama (Adam), seperti tertera dalam QS.2, Al Baqarah : 30-35).

Dengan ilmu yang dimiliki itu, maka manusia mengemban misi mulia, khalifah di permukaan bumi. Khalifah, dalam arti sederhana adalah mewakili jadi penguasa di bumi, makna lebih jauh adalah sebagai makhluk yang dipilih untuk membangun, memajukan dan menjadikan bumi (dunia) lebih berdaya guna. Sebenarnya, manusialah yang mempunyai kewajiban memakmurkan kehidupan dimuka bumi ini. Alam yang lainnya, seperti tumbuh-tumbuhan, binantang, mineral yang terkandung didalam perut bumi, apa yang ada diatasnya, termasuk udara dan planit, atmosfir, adalah alat Bantu bagi manusia untuk menciptakan kebaikan dalam memelihara kelangsungan hidup dunia ini.

Halal dan Haram mesti diraih dengan menerapkan amar makruf nahi munkar. Nahyun ‘anil munkar adalah melarang dari yang salah, memerlukan ilmu pengetahuan tentang makruf dan munkar itu. Melaksanakan amar makruf dan nahyun anil munkar amatlah sesuai dengan martabat manusia. Amar Makruf Nahi Munkar, artinya menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat salah (Silahkan juga lihat di dalam QS.3,Ali Imran:104,114; QS.5, Al Maidah: 78-79; QS.9,At Taubah :71,112; QS.22, Al Hajj:41; QS.31,Luqman:17).

Patokan makruf (baik, disuruh) dan munkar (salah, terlarang) dipagari oleh halal (right, benar) dan haram (wrong, salah). Jadi bukan like or dislike (suka atau tidak). Namun sring terjadi kerancuan menerapkan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari terutama disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan tentang right dan wrong itu, atau adanya kebiasaan meninggalkan ajaran agama, serta tidak teguh (tidak istiqamah) menjalankan right dan wrong. 

Peran Sentral Ilmu Pengetahuan dalam agama Islam dapat di simak pada ayat pertama diturunkan dalam wahyu suci Al Quran di bulan Ramadhan yang barokah ini adalah (Iqra’, artinya baca). Membaca dan menulis adalah jendela ilmu pengetahuan. Dan dalam QS. 96, Al ‘Alaq 1-5, jelas bahwa dengan membaca dan menulis manusia akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang sebelumnya tidak menerka ketahui (‘allamal-insana maa lam ya’lam). Ilham dan ilmu belum berakhir, dengan turunnya wahyu Allah. Wahyu Allah lebih berfungsi sebagai sinyal-sinyal dan dorongan kepada manusia untuk menambah pendalaman dan pemahamannya sehingga mempu membaca setiap perubahan zaman dan pergantian masa.

Wahyu Allah yang dapat dijadikan sebagai dasar tempat pijakan menjelaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan memiliki beberapa keistimewaan. Diantaranya, yang mengetahui pengertian ayat-ayat mutasyabihat hanyalah Allah dan orang-orang yang dalam ilmunya (QS.2,al Baqarah : 7). Orang berilmu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (QS.3:18). Di atas orang berilmu, masih ada lagi yang Maha Tahu, (QS.12:76). Bertanyalah kepada ahli ilmu kalau kamu tidak tahu, (QS.16:43, dan 21:7). Jangan engkau turut apa-apa yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu (QS.17:36). Kamu hanya mempunyai ilmu tentang ruh sedikit sekali (QS.17:85). Memohonlah kepada Allah supaya ilmu bertambah (QS.20:114). Ilmu mereka (orang yang menolak ajaran agama) tidak sampai tentang akhirat (QS.27:66). Hanyalah orang-orang berilmu yang bisa mengerti (QS.29:43). Yang takut kepada Tuhan hanyalah orang-orang berilmu (QS.35:28). Tuhan meninggikan orang-orang beriman dan orang-orang berilmu beberapa tingkatan (QS.58:11). Tuhan mengajarkan dengan pena (tulis baca) dan mengajarkan kepada manusia ilmu yang belum diketahuinya (QS.96:4-5).

Identitas diri (self Confidence) Umat pengamal wahyu Allah (Islam) memiliki ciri atau sibghah yang jelas. Menguasai ilmu pengetahuan. Mereka adalah innovator, memiliki daya saing, imagination, kreatif, inisiatif, teguh dalam prinsip (istiqamah, consern), berfikir objektif dan mempunyai akal budi. Teknologi hanyalah suatu keterampilan, hasil dari ilmu pengetahuan berkenaan dengan teknik, serba mesin itu. (Lihat KBIK, Peter Salim dkk., Modern English Press, Jakarta, Edisi kedua 1995, hal 1565). Teknologi tidak berarti apa-apa bila manusia yang berada dibelakangnya tidak berfungsi (tidak berperan dan mati).

Sebelum teknologi dihidupkan, terlebih dahulu wajib dihidupkan dhamir manusia pengguna perangkat teknologi itu. Agar hasil perolehan berbingkai teknologi itu bermanfaat untuk hidup manusia. Pemilik ilmu pengetahuan  semestinya mampu mencipta dan menampilkan teknologi ditengah kehidupan dunia menyeluruh, global, tanpa merusak harkat manusia melalui produk ciptaan teknologi tersebut.  Disini sebenarnya arti penerapan Iptek dari sudut pandang agama Islam.

Iptek akan menjadi musuh bagi kemanusian bila hasilnya menghancurkan harkat martabat (derajat) manusia. Iptek menjadi sangat penting teramat berguna dalam upaya meningkatkan taraf hidup manusia. Perlu ada saringan penggunaan iptek itu. Saringannya adalah agama, akal budi, akhlaq karimah, adat kebiasaan yang di Minangkabau disebut adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, sebagai aspek kultur penggerak dan pengendali teknologi dimaksud.

Khulasah

Kesimpulannya memelihara keteguhan tempat tegak ini sangat penting dalam menghadapi berbagai cabaran (penetrasi budaya asing) yang terjadi sekeliling penerapan teknologi tersebut. Dengan basis agama, budaya dan ilmu pengetahuan, maka kemajuan atau perubahan dengan penerapan iptek bagi bangsa ini akan berhasil membawa bangsa ini menjadi kuat dan tidak akan membahayakan. “Mereka tidak akan berbahaya kepada kamu, hanyalah gangguan-ganguan kecil saja. Kalau mereka memerangi kamu, niscaya mereka akan berputar kebelakang (lari). Seterusnya mereka tidak akan mendapatkan pertolongan” (QS.3:111).

 

Yang mesti dijaga, dalam penerapan iptek menurut ajaran Islam, adalah terjalinnya hubungan baik antara sesama manusia (hablum minan-nas), dan hubungan erat dengan aturan-aturan Allah (hablum minallah). Bila tidak, bahaya selalu mengancam !!! “Ditimpakan kepada mereka (manusia) kehinaan dimana saja mereka berada,  kecuali mereka yang menjaga hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Dan mereka kembali dengan mendapat murka dari Allah dan dirimpakan kepada mereka kelemahan (kemiskinan, berbagai krisis ekonomi). Demikian itu karena mereka tidak percaya kepada ayat-ayat keterangan Allah (meninggalkan syari’at agama) dan membunuh nabi-nabi dengan tidak patut (mengucilkan konsep-konsep agama dan membelakangi pemimpin agama, para ulama). Mereka mendurhaka dan melanggar batas”. (QS.3:112).

Bencana akan datang mengiringi kemajuan dan penerapan iptek apabila terjadi kehidupan yang “bebas nilai” (not values) dan “Atheis” yakni tidak percaya kepada Allah, melecehkan perintah dan larangan agama. Bencana juga selalu mengintai manakala putus hubungan kekerabatan, persaudaraan, persatuan dan hilangnya penghormatan sesama manusia. Atau, juga disebabkan kebiasaan meninggalkan syariat agama, tidak patuh asas dan rapuhnya law enforcement, memusuhi alim ulama atau ilmuwan agama, serta durhaka, tidak disiplin dan hilangnya kesadaran hukum. Kesemua sikap itu akan melahirkan tindakan anarkis dan melampaui batas.

Semoga Allah senantiasa menjadikan generasi kedepan berilmu dan mampu mengamalkan ilmunya, teguh aqidah dan baik budi pekertinya. Amin.

 

Padang, Maret 2012 M/ Rabi’ul Akhir 1433 H.

 

Færðu inn athugasemd

Membentuk Hidup Bahagia dengan dengan belajar adab dan karakter dari Rasulullah SAW

Membentuk Hidup Bahagia dengan dengan belajar adab dan karakter dari Rasulullah SAW

Oleh ; H. Mas’oed Abidin

 

Membentuk Bahagia

Semua manusia mau hidup bahagia, siapa saja semuanya pasti mau bahagia. Jawabnya adalah Taatlah pada Allah, juga amalkan sunnah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah kunci utama kebahagiaan manusia. Lakukanlah ikhlas karena Allah.  Setiap kita mau bahagia, mau ketenangan hidup, mau kebaikan ini dan itu. Mudah saja kalau mau semua itu. Caranya, dekati yang menciptakan bahagia, yang menciptakan ketenangan, yang menciptakan semua kebaikan. Mintalah semua itu kepada yang menciptakan.  Mintalah pada Allah Yang Maha Menciptakan segalanya. Dengan cara penyerahan diri (bertawakkal) serta menjaga shalat, banyak berdzikir, menjalankan sunnah, dan tak kenal lelah dalam do’a dan usaha.

 
Selalu Bertaqwa Kepada Allah
Firman Allah ;
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar,  Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS.Al-Ahzab : 70-71).
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya
(QS. Ath-Tholaq: 2-3)
 
 
Jangan Berbantah bantah

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR.Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563). Rasulullah bersabda; “Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lembut, tidak akan mendapatkan kebaikan”.(HR.Muslim no. 2592 dari Jabir bin Abdullah r.a).

Jauhi sifat kasar, dan bersikap baik dan lembutlah kepada siapa saja, karena sifat lembut mengantarkan kepada kasih sayang dan juga kebaikan kepada siapa saja dan dari siapa saja.
Kekayaan bukanlah uang dan harta yang banya. Pesan Rasulullah SAW. “Sesungguhnya kekayaan itu adalah kekayaan hati dan kemiskinan adalah kemiskinan hati.” (HR An-Nasai, Ibnu Hibban, Thabrani).
Makna hakiki kekayaan dalam pandangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kekayaan jiwa. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dll).
 
 
Memasuki Rumah mengucapkan salam

Wahai, orang orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat.  [QS.An Nur:27].
 
Jadi kalau masuk rumah, jangan asal masuk saja tanpa meminta izin, baik kita yakin ada orang di dalamnya ataupun tidak. maka berilah salam terlebih dahulu. insyaAllah itu lebih beradab.
 
 
Segera kejar Taubat kepada Allah.
 
„Bersegeralah mengharap ampunan dari Allah dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.“ (QS Ali Imran [3]: 133).
 
 
Menuntut Ilmu
 
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah (no. 224) dari Shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu).
 
“…Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan dirinya dengannya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim (no. 2699) dan selainnya, dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).

 

Memiliki Rasa Malu
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Bukan termasuk umatku orang yang tak menghormati orang tua, tidak menyayangi anak-anak dan tidak memuliakan alim ulama.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim).
Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: „Sifat malu itu tidak datang kecuali dengan kebaikan.“  Maka Busyair bin Ka’b berkata: „Telah tertulis dalam hikmah, sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketenangan, sesungguhnya dari sifat malu itu terdapat ketentraman.“ (HR. Bukhari: 6120).
Dalam hal ini, malu yang dimaksud adalah malu berbuat dosa, malu berbuat keburukan, malu tidak beradab, dan lain semacamnya. Tapi jangan malu berbuat kebaikan. Untuk para wanita muslim dan laki-laki muslim, malulah membuka aurat. Malulah berbuat maksiat. Malulah berbuat dosa. Karena sungguh Allah Maha mengetahui atas apa yang kita lakukan. Berbuat baiklah kepada sesama manusia dengan ikhlas. Sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah manusia yg paling besar mendatangkan manfaat (baik) bagi manusia yang lain.” (HR Thabrani).
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: „Janganlah saling memarahi, (janganlah kalian) saling membelakangi (tak mau saling memperdulikan), (janganlah kalian) saling menyaingi (saling menjatuhkan). Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yg bersaudara.“ (HR. Muslim: 2563).

Dari Tsabit, dia berkata, Anas Radhiyallahu ‘anhu bercerita kepada kami, dia berkata, “Aku menjadi pembantu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun, beliau tidak pernah berkata kepadaku,’huh’. Juga tidak pernah mengatakan kepadaku (ketika aku melakukan sesuatu),’Kenapa engkau melakukan?’ Dan tidak pernah mengatakan kepadaku (ketika aku tidak melakukan sesuatu),’Tidakkah engkau melakukan?’.”(HR Bukhari no. 6038, Muslim no. 2309).

 

Tetaplah berlaku jujur
 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Aku adalah pemimpin di rumah yang ada tengah di surga bagi orang-orang yang meninggalkan dusta, walaupun dalam keadaan senda gurau.(HR. Abu Dawud 4800 dari hadits Abu Umâmah Radhiyallahu ‘anhu).
Sesungguhnya kejujuran dalam setiap bentuknya merupakan perbuatan yang terpuji. Orang yang jujur dicintai oleh Allah Azza wa Jalla dan manusia, dan Allah Azza wa Jalla akan meninggikan kedudukannya dan menambahkan pahala baginya. Dan bukti paling nyata yang menunjukkan hal itu adalah kenyataan yang terjadi berupa pujian manusia bagi orang-orang yang jujur ketika mereka masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Berita yang mereka sampaikan diterima, amanah mereka terpercaya. Sungguh beruntung orang-orang yang jujur, dan sungguh rugi orang yang berbuat dusta.
 
 
Suka Bersedekah.
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”. Sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya).”
(HR Bukhary 5/270)
 
„Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.“ (QS. 2 : 261).
 
Sabda Rasulullah, “Sesungguhnya seseorang dari kalian pergi mencari kayu bakar yang dipikul di atas pundaknya (untuk dijual) itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi atau tidak.” (HR.Imam Bukhari No 1470).
 
“Sesungguhnya di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata:”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh seseorang kepada kebaikan adalah sedekah, melarangnya dari kemungkaran adalah sedekah.” (HR Muslim 1674).
 
 
Shalawat kepada Nabi
 
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku (nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih).
 
 
Suka Membaca Quran
 
Selain itu banyak membaca Al Quran. Sabda Rasulullah ; “Bacalah Al Quran, karena Alquran itu akan dating dihari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada pembacanya dan ahlinya.” (HR. Muslim).
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi).
 
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2).
 
Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.
Para Ilmuan dunia kini telah berbicara akan tanggapan mereka kepada Al-Qur’an: “Al-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. „.

Marilah kita bersama tumbuhkan saling pengertian. Memupuk kegemaran saling membantu. Menanamkan saling menghormati. Suka memaafkan. Menjaga kesatuan dan persatuan. Saling pengertian mudah tumbuh bila dikokohkan oleh satu perasaan. Mengharap redha Allah. Kerukunan akan dijalin karena cinta kepada bangsa dan tanah air yang telah kita dirikan dengan darah dan air mata ini. Sebagai penutup mari kita berdoa bersama-sama. 

“Ya Allah Tuhan Kami, jadikanlah negeri kami negeri yang aman damai, melimpah kesuburan tanahnya, tenteram penduduk buminya. Demikian jugalah hendaknya negeri negeri Islam yang lainnya.”

Ya Allah, ampunilah kiranya dosa dan kelalaian kami dalam perbuatan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami dalam menghadapi orang yang tidak percaya.

 

Fylgja

Get every new post delivered to your Inbox.